kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45996,76   -4,98   -0.50%
  • EMAS979.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

BCA Perkirakan Karyawan IT Akan Capai 5.000 hingga Lima Tahun ke Depan


Selasa, 09 Agustus 2022 / 20:03 WIB
BCA Perkirakan Karyawan IT Akan Capai 5.000 hingga Lima Tahun ke Depan
ILUSTRASI. , BCA memperkirakan kebutuhan talenta digital di BCA akan mencapai sekitar 4.000- 5.000./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hiruk pikuk transformasi digital yang terjadi di hampir seluruh sektor bisnis di Tanah Air membuat permintaan akan talenta digital semakin tinggi. Kebutuhan belum sebanding dengan supply yang tersedia, membuat persaingan untuk mendapatkan talenta digital cukup tinggi. 

Industri perbankan merupakan salah satu punya kebutuhan talenta digital tinggi. Teknologi sudah menjadi core bisnis pada perbankan dalam melayani kebutuhan nasabah saat ini. Untuk itu, diperlukan banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul mengerti teknologi agar pondasi digitalisasinya kuat. 

Untuk mendapatkan talenta digital saat ini bukan hal mudah bagi bank mengingat persaingan yang cukup tinggi. Apalagi perusahaan fintech maupun startup lainnya berani memberikan gaji yang tinggi untuk menarik SDM IT. 

Baca Juga: BCA Jadi Jawara dalam Transaksi Digital di Kanal Mobile Banking di Semester I-2022

Sejumlah bank mengaku masih kekurangan talenta digital saat ini. Salah satunya PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Per Juni 2022, SDM IT di bank swasta terbesar ini hampir mencapai 1.500. Jumlah ini sudah melebihi karyawan dalam satu kanwil di BCA.

Lianawaty Suwono, Direktur Kepatuhan BCA mengatakan, talenta digital BCA masih kurang. Tahun ini, BCA masih akan melakukan perekrutan baru sehingga pada akhir tahun bisa mendekati 2.000 dan pada akhir 2023 bisa mencapai lebih dari 2.000 orang. 

"Talenta digital di BCA selalu kurang. Perkembangan digital bukan hanya ada di industri perbankan. Sementara di perbankan kebutuhan IT sangat luar biasa untuk bisa mendampingi semua pelaku usaha dan maayarakat dalam bertransaksi. Oleh karena itu, kita harus siapkan SDM yang mengerti teknologi agar fondasi digotalisasi kuat," katanya saat ditemui di BSD, Tangerang Selatan, Selasa (9/8). 

Ke depan, lanjutnya, kebutuhan talenta digital akan terus bertambah. Dalam lima tahun ke depan, BCA memperkirakan kebutuhan talenta digital di BCA akan mencapai sekitar 4.000- 5.000. 

Adapun skill yang dibutuhkan BCA untuk talenta digital beragam karena menurut Liana lingkup IT itu luas sekali. Skill itu tidak hanya terbatas pada pemograman yang terkait dengan cloud dan teknologi, tetapi juga digital communication, digital networking, data analyst, dan lain-lain. 

"Banyak sekali varian skill talenta IT dan semua itu dibutuhkan karena merupakan satu kesatuan. Produk bagus yang dikembangkan harus bisa dipastikan bisa diterima masyarakat luas, bisa berjalan stabil dan bisa diandalkan. Untuk itu harus kami harus punya communication infrastructure," jelas Liana. 

Liana mengatakan, pemenuhan kebutuhan digital sebagian besar akan dilakukan secara organik dengan mendidik para lulusan muda dari awal. Akuisisi dari talenta berpengalaman hanya dilakukan untuk fungsi-fungsi tertentu di sesuaikan dengan perkembangan teknologi. 

Baca Juga: Fitur Investasi di Aplikasi Tambah Isi Brankas Bank

Ia bilang, BCA pada dasarnya lebih suka merekrut dan mendidik lulusan baru karena pada dasarnya mendidik itu mudah asalkan individunya tekun, mau belajar, serta bisa berkerjasama dan membangun hubungan dengan tim maupun fungsi-fungsi yang lain.

Liana mengakui bahwa turnover atau keluar masuk karyawan IT merupakan tantangan yang besar bagi perbankan saat ini. Namun, ia mengklaim bahwa turnover SDM digital BCA saat ini jauh lebih rendah dari industri.

Adapun cara BCA untuk mencegah tingginya turnover adalah dengan memberikan lingkungan kerja yang nyaman, memberikan ruang untuk bebas melakukan inovasi, memberikan jenjang karir yang jelas, dan remunerasi yang kompetitif.

"Remunerasi bukan satu-satunya faktor untuk mempertahankan SDM IT itu. Kami memperhatikan seluruh aspek hidup karyawan. Kami juga memiliki perkumpulan hobi sebagai wadah bagi karyawan untuk bersosialisasi dan menyalurkan hobinya. Anggaran untuk itu tidaklah sedikit," pungkas Liana. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×