kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

NPF Bank BJB Syariah Capai 4,01%, Bank Perkuat Early Warning System untuk Jaga Aset


Rabu, 12 Agustus 2026 / 18:36 WIB
NPF Bank BJB Syariah Capai 4,01%, Bank Perkuat Early Warning System untuk Jaga Aset
ILUSTRASI. Bank BJB Syariah (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Jabar Banten Syariah (Bank BJB Syariah) mencatat kenaikan rasio pembiayaan bermasalah alias non-performing financing (NPF) gross menjadi 4,01% pada Juni 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 3,85%.

Direktur Utama Bank BJB Syariah Arief Setyahadi mengatakan, kenaikan NPF gross tersebut dipengaruhi oleh tantangan ekonomi yang masih dihadapi sejumlah sektor usaha maupun segmen konsumtif.

"Kenaikan NPF gross secara year on year merupakan dampak dari tantangan kondisi ekonomi yang ada saat ini. Untuk segmen produktif, tantangan ekonomi cukup memberikan tekanan bagi sektor UMKM, sedangkan pada segmen konsumtif berasal dari nasabah di sektor properti," ujar Arief kepada Kontan, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: BNI Pastikan Eksposur Pembiayaan ke BUMN Karya Tetap Dikelola Secara Prudent

Menurutnya, tekanan terhadap kualitas pembiayaan tersebut masih dapat dikelola melalui berbagai langkah perbaikan kualitas aset yang telah disiapkan perseroan.

Bank BJB Syariah menargetkan, rasio NPF dapat membaik hingga akhir tahun. Bank ini memproyeksikan rasio NPF gross akan mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan posisi Juni 2026.

Untuk mencapai target tersebut, bank telah menyiapkan sejumlah langkah, antara lain memperkuat penagihan kepada nasabah, melakukan restrukturisasi pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku, serta menyesuaikan strategi penyelesaian berdasarkan kondisi masing-masing debitur.

"Bank telah menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas pembiayaan dengan mempertimbangkan kondisi nasabah, antara lain melalui penagihan secara intensif maupun restrukturisasi pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Arief.

Selain itu, perseroan juga memperkuat sistem pemantauan kualitas pembiayaan melalui penerapan early warning system agar potensi penurunan kualitas aset dapat dideteksi lebih dini.

"Bank akan meningkatkan monitoring terhadap pembiayaan yang berjalan, termasuk early warning terhadap kualitas pembiayaan, sehingga kami dapat mengantisipasi lebih dini potensi penurunan kualitas pembiayaan," katanya.

Di sisi lain, Bank BJB Syariah juga memastikan ekspansi pembiayaan tetap dilakukan secara selektif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Penyaluran pembiayaan akan difokuskan pada sektor-sektor yang dinilai memiliki prospek usaha dan kualitas debitur yang baik.

Baca Juga: NPF Gross Naik, Bank Mega Syariah Pastikan Kualitas Pembiayaan Tetap Terjaga

Melalui strategi tersebut, perseroan optimistis kualitas pembiayaan dapat kembali membaik hingga akhir tahun meski kondisi ekonomi masih memberikan tekanan terhadap sejumlah segmen usaha, khususnya UMKM dan sektor properti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×