Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat pengelolaan likuiditas valuta asing (valas) seiring dengan dinamika pasar keuangan global dan domestik. Hingga Juni 2026, dana pihak ketiga (DPK) valas yang dihimpun BCA tercatat mencapai Rp116,98 triliun.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, perseroan terus mencermati perkembangan makroekonomi, baik domestik maupun global, dengan tetap berfokus pada fundamental bisnis.
"BCA berkomitmen menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas valas dengan ekspansi kredit yang sehat, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan risiko," ujar Hera kepada kontan.co.id, Senin (24/8/2026).
Di sisi lain, pendanaan BCA masih didominasi oleh dana dalam rupiah. Hingga Juni 2026, DPK rupiah tercatat sebesar Rp1.167,07 triliun.
Baca Juga: BRI Perluas Jaringan E-Channel, Tembus Lebih dari 621.000 Unit hingga Juli 2026
Dengan demikian, total DPK BCA mencapai sekitar Rp1.284 triliun hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, dana murah atau current account saving account (CASA) yang mencakup giro dan tabungan menyumbang sekitar 84,3%.
Tingginya porsi CASA menjadi salah satu penopang struktur pendanaan BCA. Komposisi tersebut juga memberikan ruang bagi perseroan untuk mendukung pertumbuhan kredit secara sehat di tengah perubahan kondisi likuiditas.
Selain memastikan kecukupan likuiditas, BCA turut mengembangkan layanan transaksi valas berbasis digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
Salah satu layanan yang ditawarkan adalah fitur Poket Valas pada aplikasi myBCA. Fitur ini memungkinkan nasabah mengelola sejumlah mata uang asing secara lebih fleksibel melalui kanal digital.
Baca Juga: BFI Finance Catat Piutang Pembiayaan Syariah Tumbuh 7,9% hingga Semester I-2026
Nasabah dapat menggunakan fitur tersebut untuk melakukan pengisian saldo, penarikan tunai, pengiriman, hingga penerimaan berbagai mata uang asing.
Saat ini, sebanyak 18 mata uang asing dapat ditransaksikan melalui fitur Poket Valas di myBCA.
Hera mengatakan, pengembangan layanan transaksi valas tersebut merupakan bagian dari strategi BCA untuk memberikan kemudahan kepada nasabah dalam memenuhi kebutuhan valuta asing.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya perseroan menyesuaikan layanan perbankan dengan perkembangan kebutuhan transaksi nasabah serta aktivitas ekonomi global yang semakin dinamis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














