kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Rekening Valas Bank Tumbuh Pesat Awal Tahun Ini, Sejumlah Bank Sebut Sebabnya


Minggu, 12 April 2026 / 14:59 WIB
Rekening Valas Bank Tumbuh Pesat Awal Tahun Ini, Sejumlah Bank Sebut Sebabnya
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas depan nilai tukar valuta asing (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat adanya pertumbuhan pesat dari jumlah rekening simpanan valuta asing (valas) perbankan. 

Data dari LPS per Februari 2026, jumlah rekening valas di bank meningkat pesat sampai 50,8% secara tahunan (yoy) menjadi sebanyak 7,67 juta rekening. Sedangkan, nominal simpanan valas tercatat mencapai Rp 1.487 triliun atau hanya meningkat 2,1% (yoy). 

Pertumbuhan rekening simpanan valas terbilang tinggi bila dibandingkan dengan simpanan rupiah. Dalam periode yang sama, jumlah rekening simpanan rupiah hanya tumbuh 9,8% (yoy), sedangkan nominal simpanan rupiah tumbuh sampai 14,6% (yoy).

Dengan begitu, dapat terlihat bahwa jumlah rekening valas meningkat tajam, tetapi tidak dibarengi dengan pertumbuhan nominalnya yang masih kalah dibandingkan nominal simpanan rupiah.

Baca Juga: Transaksi Valas Berpotensi Naik, Bank Siaga di Tengah Fluktuasi Rupiah

Sejumlah bank mengakui adanya peningkatan dalam simpanan valasnya sejalan dengan tren tersebut. Salah satunya adalah PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank).

Direktur Umum KB Bank, Kunardy Darma Lie menyebut, pertumbuhan simpanan valas KB Bank utamanya terlihat dari meningkatnya jumlah deposito valas. Hanya saja, Kunardy tidak menyebut angka pasti.

Ia menilai, pertumbuhan ini terjadi karena meningkatnya kebutuhan nasabah korporasi awal tahun ini yang cenderung menyimpan dana dalam mata uang dolar AS. Itu sebabnya jumlah rekening maupun nominal simpanan valas bertambah.

"KB Bank juga mencatat pertumbuhan pada simpanan valas, meskipun tidak mengalami lonjakan yang signifikan," kata Kunardy kepada Kontan, Jumat (10/4/2026).

Selain dari nasabah korporasi, simpanan valas KB Bank juga meningkat dari kebutuhan komunitas ekspatriat Korea di Indonesia. KB Bank di tahun ini memang sedang mendorong ekspansi bisnisnya dengan Korea.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) juga mencatatkan pertumbuhan dari simpanan valas. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menyebut perkembangan simpanan banknya sejalan dengan tren industri.

Baca Juga: Ikuti Aturan, BCA Terapkan Threshold Transaksi Valas Baru per 1 April 2026

Lani bahkan mencatat pertumbuhan simpanan valas di CIMB Niaga lebih tinggi daripada simpanan rupiah. Sampai Februari 2026, nominal simpanan valas CIMB Niaga tumbuh 16% secara tahunan.

"Kami juga melihat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) valas yang tumbuh lebih tinggi dibanding rupiah. Saat ini pertumbuhan DPK valas tercatat sekitar 16% (yoy)," kata Lani saat dihubungi, Jumat (10/4/2026).

Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menilai pertumbuhan valas di bank saat ini terpengaruh oleh pergerakan nilai tukar rupiah yang memang cukup fluktuatif dalam beberapa bulan terakhir.

"Kenaikan valas BCA didorong pergerakan nilai tukar serta peningkatan kebutuhan valas dari nasabah," kata EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Heryn kepada Kontan, Sabtu (11/4/2026).

Hera menyebut nilai DPK valas BCA mencapai Rp 83,6 triliun atau tumbuh 11,7% (yoy) pada Desember 2025. Ia pun bilang pertumbuhan itu tetap terjaga positif tahun ini.

Sama seperti bank lainnya, BCA juga menilai kenaikan pesat dalam simpanan valas disebabkan oleh semakin banyaknya nasabah yang butuh bertransaksi menggunakan mata uang asing. Alhasil, rekening valas pun bertambah.

Baca Juga: OJK Wanti-Wanti Dampak Konflik Timur Tengah ke Bank, Likuiditas Valas Jadi Sorotan

Di sisi lain, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga mencatat adanya pertumbuhan simpanan valas, tetapi tidak melonjak signifikan seperti bank lainnya.

"Perkembangan simpanan valas saat ini relatif stabil dan tidak mengalami peningkatan signifikan seperti tren industri," kata Corporate Secretary BTN, Ramon Armando saat dihubungi, Jumat (10/4/2026).

Ramon menyebut pertumbuhan valas BTN tidak terlalu besar karena fokus bisnis banknya lebih kepada pembiayaan sektor perumahan domestik.

Dengan begitu, Ramon menilai, nasabah korporasi untuk sektor perumahan lebih membutuhkan simpanan dalam bentuk rupiah, sehingga kebutuhan pendanaan valas juga tidak setinggi bank lain yang punya fokus bisnis berbeda.

Baca Juga: Likuiditas Valas Masih Terjaga di Tengah Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×