kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   -1.000   -0,07%
  • USD/IDR 16.195
  • IDX 7.285   -42,48   -0,58%
  • KOMPAS100 1.135   -6,86   -0,60%
  • LQ45 913   -7,71   -0,84%
  • ISSI 218   -0,65   -0,30%
  • IDX30 454   -4,27   -0,93%
  • IDXHIDIV20 544   -4,82   -0,88%
  • IDX80 128   -0,99   -0,77%
  • IDXV30 127   -0,26   -0,20%
  • IDXQ30 153   -1,52   -0,98%

BCA proyeksi bunga acuan BI masih berpeluang naik 1% tahun ini


Rabu, 11 Juli 2018 / 16:51 WIB
BCA proyeksi bunga acuan BI masih berpeluang naik 1% tahun ini
ILUSTRASI. Jahja Setiaatmadja, Dirut PT. BAnk Central Asia


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memproyeksi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) masih akan naik 100 basis poin (bps) alias 1% pada tahun ini.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA mengatakan setiap kenaikan bunga acuan The Fed sebesar 25 bps maka suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate bisa naik 50 bps atau 0,5%.

Sehingga dengan potensi kenaikan bunga The Fed pada semester II-2018 sebesar dua kali lagi sebesar 50 bps, maka kenaikan bunga 7DRR rate diproyeksi sekitar 100 bps atau 1%.

Seperti diketahui, pada tahun ini The Fed telah menaikkan bunga acuan sebanyak dua kali. Pertama pada 22 Maret 2018 sebesar 0,25% dan kedua pada 14 Juni 2018 lalu sebesar 0,25%. Saat ini bunga The Fed berada di angka 2%.

"Spread antara suku bunga The Fed dengan bunga acuan BI 7DRR rate idealnya adalah 3%-4%," kata Jahja kepada kontan.co.id, Rabu (11/7).

Menurut Jahja, kenaikan bunga acuan BI akan mempengaruhi bunga kredit. Hal ini dalam jangka panjang akan mempengaruhi permintaan dari kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×