kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.897   -36,00   -0,20%
  • IDX 6.039   7,40   0,12%
  • KOMPAS100 779   3,44   0,44%
  • LQ45 597   3,40   0,57%
  • ISSI 211   -0,40   -0,19%
  • IDX30 332   1,70   0,51%
  • IDXHIDIV20 425   2,70   0,64%
  • IDX80 89   0,34   0,39%
  • IDXV30 116   0,68   0,59%
  • IDXQ30 109   0,74   0,69%

BCA proyeksi bunga acuan BI masih berpeluang naik 1% tahun ini


Rabu, 11 Juli 2018 / 16:51 WIB
ILUSTRASI. Jahja Setiaatmadja, Dirut PT. BAnk Central Asia


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memproyeksi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) masih akan naik 100 basis poin (bps) alias 1% pada tahun ini.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA mengatakan setiap kenaikan bunga acuan The Fed sebesar 25 bps maka suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate bisa naik 50 bps atau 0,5%.

Sehingga dengan potensi kenaikan bunga The Fed pada semester II-2018 sebesar dua kali lagi sebesar 50 bps, maka kenaikan bunga 7DRR rate diproyeksi sekitar 100 bps atau 1%.

Seperti diketahui, pada tahun ini The Fed telah menaikkan bunga acuan sebanyak dua kali. Pertama pada 22 Maret 2018 sebesar 0,25% dan kedua pada 14 Juni 2018 lalu sebesar 0,25%. Saat ini bunga The Fed berada di angka 2%.

"Spread antara suku bunga The Fed dengan bunga acuan BI 7DRR rate idealnya adalah 3%-4%," kata Jahja kepada kontan.co.id, Rabu (11/7).

Menurut Jahja, kenaikan bunga acuan BI akan mempengaruhi bunga kredit. Hal ini dalam jangka panjang akan mempengaruhi permintaan dari kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×