kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.926   24,00   0,14%
  • IDX 7.543   -396,52   -4,99%
  • KOMPAS100 1.052   -58,59   -5,27%
  • LQ45 767   -38,37   -4,76%
  • ISSI 267   -16,31   -5,76%
  • IDX30 408   -19,41   -4,55%
  • IDXHIDIV20 498   -20,56   -3,96%
  • IDX80 118   -6,33   -5,08%
  • IDXV30 135   -5,61   -3,97%
  • IDXQ30 131   -5,85   -4,27%

BCA Selektif Salurkan Pembiayaan Sektor Batubara


Rabu, 04 Maret 2026 / 13:17 WIB
BCA Selektif Salurkan Pembiayaan Sektor Batubara


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan tetap menyalurkan pembiayaan ke sektor batu bara secara selektif dan pruden.

Pembiayaan tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan pasokan energi nasional, khususnya dalam menjaga ketersediaan listrik di berbagai wilayah Indonesia.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, penyaluran kredit ke sektor batu bara saat ini masih relevan di tengah proses transisi energi yang sedang berlangsung.

“Pembiayaan di sektor batu bara dilakukan dalam rangka mendukung penyediaan pasokan listrik bagi masyarakat di seluruh pelosok Indonesia,” ujar Hera kepada Kontan.co.id, Senin (2/3).

Menurutnya, kebutuhan energi nasional saat ini masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh sumber energi baru terbarukan (EBT), sehingga sektor batu bara masih memiliki peran dalam masa transisi energi.

Baca Juga: Dapen BCA Fokus Jaga Stabilitas Portofolio di Tengah Tekanan Global

“Kami melihat penyaluran kredit ke sektor batu bara sejalan dengan kebutuhan pasokan energi yang belum dapat sepenuhnya dipenuhi oleh energi baru terbarukan selama masa transisi,” jelasnya.

Meski demikian, porsi pembiayaan BCA ke sektor batu bara relatif kecil dibandingkan dengan total portofolio kredit perseroan.

Hera menyebut realisasi kredit batu bara saat ini hanya sekitar 2,5% dari total portofolio kredit BCA yang senilai Rp 993 triliun per Desember 2025.

Ke depan, prospek industri batu bara dinilai masih akan dipengaruhi oleh berbagai faktor global, termasuk kondisi perekonomian dunia dan dinamika geopolitik yang memengaruhi pasokan energi global.

Di sisi lain, BCA juga terus memperkuat komitmen dalam mendorong pembiayaan berkelanjutan. Bank swasta terbesar di Indonesia ini meningkatkan penyaluran kredit ke sektor-sektor yang mendukung keberlanjutan dan ekonomi hijau.

Per Desember 2025, penyaluran kredit BCA ke sektor berkelanjutan tercatat mencapai Rp 255 triliun, atau tumbuh 11,7% secara tahunan (year on year/YoY). Nilai tersebut setara dengan 25,8% dari total portofolio pembiayaan BCA.

Baca Juga: Pendapatan Premi Asuransi Jiwa BCA Tumbuh 32,9% pada 2025

Pertumbuhan ini juga didorong oleh peningkatan pembiayaan ke sektor energi baru terbarukan (EBT) yang melonjak dua kali lipat secara tahunan menjadi Rp 6,2 triliun.

Hera menegaskan, BCA berkomitmen untuk terus memperkuat peran sektor keuangan dalam mendukung ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Selain itu, perseroan juga memastikan bahwa setiap kegiatan pembiayaan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan melalui penerapan kebijakan pembiayaan yang bertanggung jawab.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×