Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank BCA Syariah optimistis industri perbankan syariah di Indonesia akan terus berkembang pada 2026 dan tahun-tahun mendatang, seiring besarnya potensi pasar domestik yang hingga kini masih belum tergarap optimal.
Direktur BCA Syariah, Pranata menilai penetrasi perbankan syariah di Indonesia masih relatif kecil meskipun menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun.
“Kami melihat potensi pasar Indonesia sangat besar. Penetrasi perbankan syariah memang masih kecil, namun pertumbuhannya cukup menggembirakan,” ujar Pranata kepada Kontan, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, prinsip perbankan syariah yang mengedepankan keadilan, transparansi, dan kemaslahatan menjadi fondasi yang kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, dukungan regulator yang semakin kuat serta pengembangan ekosistem halal turut menjadi peluang penting bagi pertumbuhan industri perbankan syariah.
Baca Juga: Pertumbuhan QRIS Bank Muamalat Mencapai 5 Juta Transaksi
Pranata menambahkan, pertumbuhan pangsa pasar perbankan syariah membutuhkan dukungan dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan, baik regulator maupun pelaku industri. Di sisi lain, penguatan fundamental keuangan, inovasi digital, serta peningkatan literasi keuangan syariah masih menjadi tantangan yang dihadapi industri secara umum.
Saat ini, pangsa pasar BCA Syariah berada di kisaran 2,7% dari total Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia. Menurut Pranata, posisi tersebut mencerminkan masih terbukanya ruang pertumbuhan ke depan.
Berdasarkan kajian internal BCA Syariah, luasnya jaringan kantor, jumlah cabang yang tersebar di berbagai wilayah, serta dukungan layanan digital yang andal menjadi faktor penentu pertumbuhan bank syariah. Selain itu, regulasi pemerintah juga berperan penting dalam memberikan kepastian hukum serta menjaga kepatuhan terhadap prinsip syariah.
“Teknologi dan daya saing produk saling berkaitan dalam pengembangan layanan yang inovatif, digital, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah. Literasi keuangan syariah juga akan mendorong pemahaman masyarakat terhadap produk syariah sehingga potensi pemanfaatannya semakin besar,” jelasnya.
Baca Juga: Strategi Bank Jakarta: Kartu Debit Visa Perkuat Kapabilitas Transaksi Global
Ke depan, BCA Syariah menargetkan pertumbuhan kinerja yang solid dan berkelanjutan. Pranata optimistis pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) dapat mencatatkan pertumbuhan positif pada 2026.
Untuk mendukung target tersebut, BCA Syariah akan menjalankan sejumlah inisiatif ekspansi, mulai dari penguatan layanan digital, pengembangan jaringan fisik, hingga memperkuat sinergi dengan induk usaha, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), guna mendorong pertumbuhan jumlah nasabah serta perolehan dana murah.
Beberapa inisiatif yang disiapkan antara lain penambahan fitur pada mobile banking BSya dan internet banking BIQ, pengembangan layanan virtual account management (VAM), layanan berbasis application programming interface (API), serta penguatan layanan bank devisa.
Selanjutnya: Presiden Gelar Retret, Semua Menteri Dipanggil ke Hambalang
Menarik Dibaca: Kim Seon-ho dan Go Youn-jung Siap Beri Kejutan Penggemar di Jakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













