kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Begini cara Dapen investasi di infrastruktur


Rabu, 26 Oktober 2016 / 20:37 WIB
Begini cara Dapen investasi di infrastruktur


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Keinginan pemerintah untuk memanfaatkan dana pensiun dalam pembangunan infrastruktur masih mengalami kendala. Firdaus Djaelani, anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, saat ini sebenarnya ada dua opsi yang dimiliki pengelola dana pensiun untuk menginvestasikan dananya.

Pertama, dengan penyertaan langsung. Dengan skema ini, ketika ada BUMN misalnya PT Waskita Karya (Persero) membangun jalan tol, asuransi atau dana pensiun bisa diajak membentuk konsorsium untuk mendanai proyek tersebut.

Kedua, dengan membeli obligasi yang diterbitkan BUMN. "Tapi yang diinginkan kan investasi langsung, di situ masalahnya dana pensiun sama asuransi banyak yang tidak mengerti proyek," katanya di Komplek Istana Negara Rabu (26/10).

Atas masalah itu, Firdaus meminta kepada pemerintah dan BUMN untuk aktif menjelaskan kepada pengelola dana pensiun dan asuransi soal skema investasi infrastruktur yang akan mereka tawarkan. "Selama ini belum menawarkan, padahal Pak Jokowi maunya cepat," katanya.

Iqbal Latanro, Direktur Utama PT Taspen (Persero) sementara itu mengatakan, walau masih ada kendala, pihaknya memastikan akan menginvestasikan dana kelolaan Taspen di infrastruktur. Dana yang sudah dipastikan akan diinvestasikan mencapai Rp 2 triliun.

Iqbal tidak menjelaskan, di proyek mana dana tersebut diinvestasikan. Dia hanya mengatakan, investasi tersebut dilakukan dengan model skema investasi langsung. "Modelnya B to B," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×