kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.093   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Begini strategi Bank BCA hadapi sektor multifinance yang melandai


Rabu, 17 Juli 2019 / 21:27 WIB


Reporter: Akhmad Suryahadi, Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  Data Gabungan Kendaraan Bermotor Gaikindo mencatat penjualan mobil dan motor mengalami penurunan di bulan Juni 2019. Penurunan penjualan kendaraan ini disinyalir berdampak pada pendanaan perbankan ke segmen multifinance ikut melandai. 

Pada Juni 2019, penjualan mobil dari pabrikan ke diler (wholesales) hanya berada di angka 59.539 unit. Jumlah ini anjlok 29,24% dibanding penjualan di bulan Mei 2019 yang mencapai 84.146 unit.

Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Santoso mengatakan, pihaknya telah mengetahui kondisi lesunya segmen multifinance saat ini.

“Multifinance akhir-akhir ini memang melesu dan bahkan sangat rentan terhadap situasi,” ujar Santoso di sela-sela acara Dialog Budaya Nusantara dan Anugerah Nusantara Award di Jakarta, Rabu (17/7).

Sejak Januari hingga Mei, Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra, mengatakan, pertumbuhan kredit ke segmen ini hanya tumbuh 3% (ytd).

“Target pertumbuhan kredit kami tahun ini lebih didukung segmen bisnis, kalau untuk consumer terutama kredit kendaraan bermotor relatif moderat,” katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (17/7).

Tahun lalu, bank swasta dengan sandi saham BBCA ini hanya mencatat penyaluran kredit ke segmen multifinance senilai Rp 10,7 triliun.

Sedikitnya kucuran dana BCA ke segmen multifinance, lanjut Santoso, berimplikasi pada kecilnya rasio Non Performance Loan (NPL)/rasio kredit macet BCA.

“Kalau kita lihat NPL kita tidak terlalu besar. Secara nasional mungkin di bawah 2%. Sekitar 1.8% atau 1.9%,” ungkap Santoso.

Untuk mengantisipasi hal ini, BCA telah mempersiapkan dengan risk management untuk menganalisis kondisi industri saat ini.

“Kami juga punya portofolio. Di sinilah tanggung jawab kami mengelola portofolio. Jika ke depan risikonya tinggi, kami rem. Jika ada potensi yang bagus, kami dorong,” tutup Santoso.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×