kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Kendati Kredit Macet Melandai, Perbankan Tetap Selektif Salurkan Kredit pada 2026


Minggu, 08 Februari 2026 / 16:14 WIB
Kendati Kredit Macet Melandai, Perbankan Tetap Selektif Salurkan Kredit pada 2026
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Hana Bank, Jakarta (KONTAN/Baihaki). NPL perbankan turun pada akhir 2025, sinyal positif bagi investor. Namun, ada sektor yang tetap rentan. Simak analisis lengkapnya di sini.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kualitas aset perbankan mulai menunjukkan perbaikan pada akhir 2025. Indikasinya terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang bergerak turun, baik secara industri maupun di sejumlah bank besar.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat NPL gross perbankan berada di level 2,21% per November 2025, menurun dari 2,25% pada bulan sebelumnya.

Meski begitu, angka ini masih sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,19%.

Sementara itu, NPL net tercatat 0,86%, turun dari 0,90% pada Oktober 2025, namun masih di atas level November 2024 yang sebesar 0,75%.

Baca Juga: Hati-Hati, Risiko Kredit Macet di Perbankan Tetap Tinggi

Perbaikan kualitas aset juga tercermin pada laporan keuangan bank-bank besar. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan NPL gross 1,7% pada 2025, turun dari 1,8% pada 2024.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat NPL gross sebesar 1,9%, membaik dari 2,0% di tahun sebelumnya.

Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil menurunkan rasio NPF dari 1,90% pada 2024 menjadi 1,81% di 2025.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan menyampaikan, kualitas aset perseroan tetap solid dengan rasio NPL terjaga di bawah 1%. Di saat yang sama, NPL coverage ratio Bank Mandiri mencapai sekitar 253%, mencerminkan pencadangan yang kuat.

Menurut Riduan, tingginya coverage ratio tersebut menjadi langkah antisipatif di tengah ketidakpastian ekonomi ke depan. Bank Mandiri pun tetap mencermati sektor-sektor yang sensitif terhadap pelemahan permintaan dan volatilitas harga komoditas.

Baca Juga: Cegah Kredit Bermasalah, Ekonom: Perbankan Lebih Selektif Salurkan Kredit ke UMKM

“Penyaluran kredit kami arahkan ke sektor-sektor prospektif dengan ketahanan yang kuat, didukung disiplin underwriting dan pemantauan portofolio yang ketat,” ujarnya dalam paparan kinerja, Kamis (5/2/2026).

Bank Mandiri juga menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan prinsip kehati-hatian, dengan fokus pada pertumbuhan kredit berkualitas dan penguatan manajemen risiko.

Di sisi lain, BCA menargetkan rasio NPL tetap terkendali di kisaran 1,8%–2%. Direktur BCA Vera Eve Lim mengatakan, perseroan optimistis prospek pertumbuhan kredit tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu.

“Untuk NPL, kami jaga tetap stabil di kisaran 1,8% sampai 2%,” kata Vera.

BCA juga menaikkan target pertumbuhan kredit menjadi 8%–10% seiring membaiknya outlook, dengan harapan akselerasi kredit mulai terlihat sejak kuartal I.

Baca Juga: CIMB Niaga Mencatat Permintaan Kredit Korporasi Saat Ini Masih Rendah

BNI pun mencatatkan perbaikan berkelanjutan pada kualitas aset. Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menyebut penurunan NPL mencerminkan berkurangnya eksposur risiko kredit dan telah kembali ke level pra-pandemi.

NPL coverage ratio BNI tercatat 205,5%, sementara loan at risk (LaR) coverage ratio mencapai 46,9%.

“Kami terus memperkuat underwriting, pemantauan portofolio secara granular, serta penanganan kredit bermasalah sejak dini dengan dukungan data analytics dan early warning system,” jelas Paolo.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×