CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Begini strategi pendanaan multifinance untuk kejar target pembiayaan di tahun ini


Senin, 17 Februari 2020 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan pembayaran cicilan kendaraan di kantor cabang Mandiri Utama Finance?di Tangerang Selatan, Senin (6/1).


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

Dibanding bank lokal, kali ini pendanaan dari bank luar negeri masih mendominasi yakni 60% dari total pendanaan. Sementara sisanya dari collecting atau pembayaran kredit nasabah tetap. Dengan pendanaan tersebut, Indosurya Finance berharap pembiayaan tahun ini tembus Rp 2,5 triliun.

Sementara PT BCA Finance akan menggunakan pinjaman dari perbankan. Untuk besarannya akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Selain pinjaman bank, BCA Finance juga akan memanfaatkan plafon Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III BCA Finance yang tersisa Rp 8,5 triliun.

Baca Juga: Tambah kantor cabang, Toyota Astra Financial target pembiayaan tumbuh 8% di 2020

Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim mengatakan akan menerbitkan obligasi tersebut sebanyak dua kali dan untuk nilainya masih mempertimbangkan kondisi pasar. Sementara sekitar 85%-90% pendanaan dari kredit yang disalurkan melalui skema joint financing dari Bank BCA.

“Dan dari modal kami sekitar Rp 6 triliun dan outstanding obligasi Rp 1,5 triliun. Jadi kebutuhan pinjaman perusahaan tidak terlalu besar,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×