kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.122   90,08   1,12%
  • KOMPAS100 1.144   12,39   1,09%
  • LQ45 829   7,62   0,93%
  • ISSI 288   4,10   1,44%
  • IDX30 431   4,19   0,98%
  • IDXHIDIV20 518   4,93   0,96%
  • IDX80 128   1,44   1,14%
  • IDXV30 141   2,01   1,44%
  • IDXQ30 140   1,32   0,95%

BI belum akan mengatur bonus dan gaji bankir


Rabu, 06 Juli 2011 / 14:30 WIB
BI belum akan mengatur bonus dan gaji bankir
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Bank Rakyat Indonesia (BRI). KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sandy Baskoro

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) belum mengatur remunerasi gaji dan bonus para bankir di Indonesia, meskipun Dewan Stabilitas Keuangan atau Financial Stability Board (FSB) telah meminta seluruh anggotanya mengatur hal tersebut.

Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, mengatakan gaji dan bonus bankir di tanah air terbilang masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju.

"Jangan pernah menganggap itu sudah harus dilaksanakan, walaupun di negara-negara maju persoalan gaji dan bonus itu menonjol. Karena di sana memang sudah besar, kita belum sebanding," kata Darmin, Rabu (6/7).

Rencana pengaturan remunerasi sebelumnya dibahas tuntas dalam forum pengkajian keuangan di FSB. Seluruh anggota FSB diminta mengatur kompensasi di sektor perbankan, agar tidak menimbulkan moral hazard dan risiko yang berlebihan di kemudian hari.

FSB merupakan forum pengkajian keuangan dalam kelompok negara-negara G-20 untuk menyusun prinsip kompensasi. Hal ini dilakukan setelah remunerasi eksekutif lembaga keuangan dunia dipandang sebagai penyebab utama timbulnya risiko berlibahan pada krisis global 2008.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×