Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menyambut positif kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang resmi tidak mengenakan pajak kendaraan listrik.
Perusahaan menilai kebijakan tersebut dapat mempercepat transisi energi sekaligus mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik di Indonesia.
Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance Ristiawan Suherman mengatakan, kebijakan serupa yang tengah dipertimbangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha Koperasi LKM Agribisnis Sido Makmur Sentosa
“Kami menyambut baik kebijakan Pemprov Jakarta maupun rencana serupa di Jawa Barat yang merupakan bentuk dukungan nyata terhadap percepatan transisi energi dan terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Ristiawan kepada Kontan, Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, kebijakan tersebut akan berdampak positif bagi perusahaan pembiayaan, baik dalam meningkatkan penetrasi produk maupun memperbesar porsi pembiayaan kendaraan listrik.
Untuk menangkap peluang tersebut, CNAF menyiapkan sejumlah strategi, antara lain keunggulan produk, simplifikasi proses, dan penguatan kolaborasi dengan produsen serta dealer kendaraan listrik.
"Dalam hal produk, CNAF menghadirkan skema pembiayaan kompetitif yang disesuaikan khusus untuk segmen kendaraan listrik," lanjutnya.
Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha Koperasi LKM Agribisnis Randu Makmur
Sementara dari sisi layanan, perusahaan mempercepat digitalisasi guna memberikan pengalaman transaksi yang lebih cepat dan mudah bagi calon nasabah.
Selain itu, CNAF juga memperkuat kolaborasi strategis dengan produsen dan dealer kendaraan listrik melalui program promosi eksklusif serta memastikan ketersediaan unit agar dapat merespons permintaan pasar secara cepat dan tepat sasaran.
Adapun hingga kuartal I-2026, CNAF mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru atau booking kendaraan ramah lingkungan, baik listrik maupun hybrid. Nilainya meningkat secara year to date dari Rp 149 miliar pada Januari 2026 menjadi Rp 472 miliar per Maret 2026.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance mencapai Rp 22,5 triliun per Maret 2026. Angka tersebut tumbuh 35,27% secara tahunan (yoy).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













