kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 18.025   27,00   0,15%
  • IDX 6.135   -12,86   -0,21%
  • KOMPAS100 796   -2,07   -0,26%
  • LQ45 612   -0,21   -0,03%
  • ISSI 212   0,27   0,13%
  • IDX30 339   -0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 429   1,69   0,40%
  • IDX80 91   -0,24   -0,27%
  • IDXV30 116   0,09   0,08%
  • IDXQ30 110   0,44   0,40%

BI belum mau teken ABIF


Jumat, 31 Oktober 2014 / 08:10 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah akan mengucurkan dana sebesar Rp 275 miliar untuk pemberian bonus bagi peraih medali di ajang Sea Games ke-32.


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) masih ngotot memperjuangkan azas kesetaraan atawa resiprokal di perbankan ASEAN. Aida S. Budiman, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Internasional BI menyatakan, hingga kini BI belum menemukan kata sepakat dengan regulator bank sentral ASEAN dalam forum ASEAN Banking Integration Framework (ABIF).

ABIF adalah pedoman bagi seluruh bank di kawasan ASEAN dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bidang perbankan yang berlaku tahun 2020. "BI belum teken karena belum ada kepastian perbankan Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujar dia, Rabu (29/10).

Aida menambahkan, BI terus menjalin komunikasi dengan bank sentral lain. Yang pasti, BI tidak mau terburu-buru meneken ABIF tanpa ada kepastian azas resiprokal bisa diimplementasikan. "BI akan bertemu bank sentral lain dalam waktu dekat," imbuh Aida.  
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×