kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

BI: Diaspora Indonesia jadi pasar UMKM masuk pasar mancanegara


Sabtu, 09 November 2019 / 08:03 WIB

BI: Diaspora Indonesia jadi pasar UMKM masuk pasar mancanegara
ILUSTRASI. Wahyudi Antony Co Founder Arane di acara FESyar Indonesia di Grand City Surabaya. Ficer : Lirik potensi ekonomi syariah melalui produk kreasi lokal. KONTAN/Ratih Waseso

KONTAN.CO.ID - SURABAYA. Tidak sangka diaspora Indonesia menjadi ladang potensi besar bagi produk UMKM negara menembus pasar mancanegara. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim Difi A Johansyah menyebut ekspor produk UMKM bisa menyasar negara dengan diaspora Indonesia yang besar.

Diaspora Indonesia menjadi pasar besar lantaran kerinduan orang Indonesia yang tinggal di negara lain akan produk lokal menjadi peluang bagi produk UMKM masuk global.

Baca Juga: BI turut bantu akses UMKM masuk pasar ekspor

Difi bahkan menyebut produk UMKM seperti sambal pecel, rempeyek hingga kerupuk sudah ada yang dilakukan ekspor.

"Nah kopi juga kita mau promosi, tahun depan demand kopi akan lebih besar lagi. Tinggal bisa kelola di teknologi dan lainnya saya yakin kopi ini jadi primadona ekspor dan bisa jadi tulang punggung ekspor kita untuk ke depan," tutur Difi saat acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Indonesia 2019 di Grand City Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (8/11).

Terlebih lagi kopi Indonesia termasuk dalam kategori premium yang banyak diminati oleh pembeli internasional. Itulah peluang yang perlu digenjot ke depan.

Baca Juga: Jokowi minta bank turunkan suku bunga, ternyata ini alasannya

Di sana peran diaspora Indonesia diharapkan mengambil andil baik untuk semua produk UMKM Indonesia. "Di Jepang ada kripik tempe dan buah cukup laku hlo disana," ungkapnya.

Oleh karenanya diharapkan orang Indonesia yang tinggal di negara lain juga ikut berperan dalam mempromosikan produk UMKM Indonesia ke orang asing.


Reporter: Ratih Waseso
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


×