kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI: Inflasi tahun depan lebih rendah dari 2010


Jumat, 17 Desember 2010 / 15:16 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tingkat inflasi menjadi perbincangan hangat dalam beberapa akhir ini. Sebab, tinggi rendahnya inflasi mempengaruhi besaran suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI).

Menurut Gubernur BI Darmin Nasution, dalam menetapkan BI rate, BI akan memperhatikan sejumlah faktor. Sebut saja bagaimana persepsi masyarakarat terhadap inflasi tahun depan dan persepsi kondisi pasar. "Namun, jika hitung-hitungannya tidak besar, maka BI rate tida perlu berubah", kata Darmin.

Darmin meramal, tingkat inflasi tahun depan masih akan tinggi. Kendati begitu nilainya tidak akan lebih tinggi dari level 2010 ini. Pasalnya, tingkat inflasi tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Salah satunya musim ekstrim sehingga mempengaruhi produksi pertanian sehingga harga cabai dan bawang bisa meningkat 3-4 kali lipat.

"Menurut Anggaran Pendapat dan Belanja Negara (APBN) inflasi mencapai 5,3 %. Tetapi BI berharap tidak tembus dari 6,5%", tambah Darmin.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×