kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.814   -14,00   -0,08%
  • IDX 8.126   94,30   1,17%
  • KOMPAS100 1.147   15,23   1,35%
  • LQ45 829   7,62   0,93%
  • ISSI 289   5,03   1,77%
  • IDX30 431   3,87   0,91%
  • IDXHIDIV20 517   3,88   0,76%
  • IDX80 128   1,54   1,21%
  • IDXV30 141   1,31   0,94%
  • IDXQ30 140   1,07   0,77%

BI minta pemerintah gunting kewajiban deviden bank BUMN


Senin, 24 Januari 2011 / 07:35 WIB
BI minta pemerintah gunting kewajiban deviden bank BUMN


Reporter: Wahyu Satriani, Nina Dwiantika |

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) meminta Kementrian BUMN kembali mengkaji ulang besaran deviden bank BUMN. Pasalnya, kebutuhan permodalan perbankan tahun-tahun mendatang akan semakin besar seiring dengan ekspansi kredit dan persaingan perbankan.

Gubernur BI Darmin Nasution mengungkapkan setoran deviden bank BUMN kepada pemerintah harus dipangkas. Sebab, perbankan juga perlu memerhatikan rasio kecukupan modal atawa capital adequacy ratio (CAR) yang bisa tergerus dengan ekspansi kredit.

BI lihat dalam jangka panjang jika perbankan hanya dengan pertambahan modal organik dari laba, sementara ada pertumbuhan kredit 20%, permodalan Bank BUMN akan mengalami kesulitan. "Jadi harus ada kebijakan secara khusus mengenai ini," ujarnya, pada acara Banker Dinner, Jumat (21/1) malam.

Darmin bilang kuatnya permodalan perbankan juga berguna untuk mendukung pengembangan daya saing seperti pengembangan teknologi informasi dan skala usaha. Upaya ini juga perlu dilakukan untuk menyongsong penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Dibandingkan dengan kondisi perbankan di negara Asean-5 rata-rata tingkat permodalan Indoensia adalah yang terendah," tambahnya. Saat ini rata-rata CAR perbankan berada dilevel 16%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×