kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.875   -113,00   -0,63%
  • IDX 6.134   12,16   0,20%
  • KOMPAS100 795   1,63   0,21%
  • LQ45 608   0,09   0,02%
  • ISSI 213   1,44   0,68%
  • IDX30 337   -0,34   -0,10%
  • IDXHIDIV20 429   2,04   0,48%
  • IDX80 91   0,18   0,20%
  • IDXV30 116   0,81   0,70%
  • IDXQ30 110   0,25   0,23%

BI: Potensi transaksi fintech capai Rp 188,5 T


Senin, 14 November 2016 / 14:50 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W Martowardojo memperkirakan, transaksi financial technology (fintech) di Indonesia sepanjang tahun 2016 mencapai US$ 14,5 miliar atau setara Rp 188,5 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Enny V Panggabean menambahkan, jumlah nominal transaksi fintech tersebut hanya sekitar 0,6% dari total transaksi fintech secara global sebesar US$ 2.556 milliar.

Menurut Agus, angka tersebut akan terus bertambah seiring dengan berkembangnya tren digitalisasi secara global. Oleh karena itu, katanya, peranan aktif dari pemangku kebijakan atau regulator sangat diperlukan guna mendukung hal tersebut.

"Masyarakat di Indonesia sudah akrab dengan kegiatan belanja online alias e-commerce. Masyarakat juga butuh akses layanan keuangan yang lebih mudah dan terhubung secara personal maupun sosial di dunia maya," kata Agus di sela-sela acara peresmian BI Fintech Office, Senin (14/11).

Agus juga menambahkan, perkembangan fintech belakangan ini terlihat sangat pesat di Indonesia dan secara global. Ini juga ditopang pertumbuhan generasi milenial. Itu sebabnya, Agus meyakini, fintech memiliki pasar yang sangat potensial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×