kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

BI rate tak berubah karena pencapaian inflasi masih sesuai perkiraan


Kamis, 12 Januari 2012 / 13:58 WIB
ILUSTRASI. Jus buah jeruk efektif mengobati diabetes melitus dan darah tinggi.


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Edy Can

JAKARTA. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan suku bunga acuan atawa BI Rate tetap menjadi sebesar 6%. Keputusan ini menepis isu yang beredar di pasar bahwa Bank Indonesia akan memangkas suku bunga cuan menjadi 5,75%.

Besarnya suku bunga acuan Bank Indonesia tak berubah dengan Desember 2011 lalu. Ketika itu, Bank Indonesia menetapkan suku bunga sebesar 6%.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menjelaskan, suku bunga 6% itu masih sejalan dengan rencana pencapaian sasaran inflasi ke depan dan mendukung ekonomi domestik Indonesia di tengah kondisi ekonomi global yang sedang suram. Bank Indonesia memperkirakan inflasi pada kisaran 4,5% plus minus 1.

Pada kuartal pertama 2012 ini, bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh kuat ditopang oleh investasi dan konsumsi rumah tangga. Menurut Darmin, investasi akan mengalir lebih deras karena adanya peningkatan peringkat utang Indonesia. Bank sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2012 akan mencapai 6,5%.

Untuk 2012, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,3% hingga 6,7% dan bisa terakselerasi 6,4% hingga 6,8%. Untuk pertumbuhan ekonomi pada 2011, Bank Indonesia memperkirakan mencapai sebesar 6,5%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan 2010 lalu yang sebesar 6,1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×