Sumber: Kontan |
JAKARTA. Lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang digelar pekan lalu ternyata masih menghasilkan bunga yang tinggi. Imbal hasil SBI tak turun, kendati Bank Indonesia telah memotong bunga acuan, BI Rate pada awal bulan kemarin. Tentu saja itu berarti BI masih harus membayar biaya operasi moneter yang tinggi.
Dalam lelang yang berlangsung Rabu pekan lalu (4/3), bunga rata-rata tertimbang SBI bertenor satu bulan sebesar 8,29%. Sedangkan bunga SBI bertenor tiga bulan sebesar 8,86%, dan untuk tenor 6 bulan 9,34%. Padahal pada hari yang sama, Rapat Dewan Gubernur BI telah memangkas BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 7,75%.
Imbal hasil SBI di lelang Rabu lalu tak jauh beda dengan pekan sebelumnya. Pada lelang sebelumnya yang berlangsung 25 Februari, bunga SBI jangka waktu satu bulan sebesar 8,74%. Bunga SBI tiga bulan sebesar 9,25%, dan bunga SBI enam bulan sebesar 9,74%.
Pada lelang pekan lalu, BI menyerap dana Rp 33,33 triliun untuk SBI 1 bulan, Rp 4,41 triliun untuk SBI jangka tiga bulan dan
Rp 3,28 triliun untuk SBI jangka enam bulan. Adapun penyerapan SBI Syariah sebesar
Rp 630 miliar. Total dana yang diserap dari pasar mencapai Rp 40,75 triliun. Nilai dana itu masih lebih kecil dibandingkan target yang dipasang BI, yaitu Rp 45,45 triliun.
Jika dibandingkan dengan total penyerapan SBI sebelumnya, angka tersebut cukup tinggi. Karena pada lelang sebelumnya, BI hanya menyerap dana sebesar Rp 21,08 triliun dari target Rp 22 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












