kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Biaya Dana Meningkat, Penerbitan Obligasi Bank Tembus Rp 14 Triliun


Rabu, 14 Oktober 2026 / 19:10 WIB
Biaya Dana Meningkat, Penerbitan Obligasi Bank Tembus Rp 14 Triliun
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Bank Mandiri, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aura Putri | Editor: Noverius Laoli

Sejumlah bank telah memanfaatkan pasar surat utang untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), misalnya, menyelesaikan penerbitan instrumen modal Additional Tier 1 (AT1) Capital dalam bentuk perpetual bond senilai US$ 750 juta pada 10 September 2026.

Instrumen berdenominasi dolar AS tersebut menawarkan tingkat distribusi awal sebesar 7,35% per tahun.

Senior Vice President Bank Mandiri Adhika Vista menyampaikan, penerbitan instrumen tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan memperkuat struktur permodalan.

Baca Juga: Kian Mahal, Kurs Dolar AS di Bank Tembus Rp 17.700 pada Hari Ini (12/5)

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 dengan nilai pokok Rp 2 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 September 2026, penerbitan ini merupakan bagian dari program penawaran umum berkelanjutan dengan target penghimpunan dana Rp 10 triliun.

Sebelumnya, BTN telah menerbitkan obligasi tahap pertama pada 2025 senilai Rp 300 miliar.

Penerbitan surat utang oleh kedua bank tersebut menunjukkan bahwa pasar obligasi menjadi salah satu alternatif bagi perbankan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan dan memperkuat permodalan.

Namun, keputusan penerbitan tetap perlu mempertimbangkan biaya pendanaan serta kondisi pasar keuangan agar tidak menambah tekanan terhadap biaya dana bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×