kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.888   6,00   0,03%
  • IDX 6.298   -75,51   -1,18%
  • KOMPAS100 823   -12,20   -1,46%
  • LQ45 626   -7,82   -1,23%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,32   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,58   -0,83%
  • IDX80 94   -1,33   -1,40%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,68%
  • IDXQ30 111   -1,04   -0,93%

Bila Devisa Tergerus, Ada Pinjaman Asean+3


Jumat, 31 Oktober 2008 / 08:07 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) tak terlalu khawatir dengan penurunan cadangan devisa. Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono bilang, cadangan devisa sebesar US$ 50 miliar masih memadai untuk membiayai impor Indonesia selama empat setengah bulan.

BI juga masih punya senjata pamungkas lain kalau cadangan devisa terus tergerus. Untuk mempertahankan rupiah, BI bisa memanfaatkan fasilitas pinjaman antarbank sentral negara-negara di Asean plus China, Jepang dan Korea Selatan (Asean+3) atau dikenal dengan Bilateral Swap Agreement (BSA). Indonesia sudah mengantongi komitmen pinjaman swap senilai US$ 12 miliar. Komitmen ini berasal dari Jepang senilai US$ 6 miliar, China US$ 4 miliar, dan Korea Selatan sebesar US$ 2 miliar.

Karena baru berupa komitmen, "Kami belum pernah menggunakannya, hanya kalau ada keperluan, bisa kita tarik," kata Hartadi Rabu (29/10) malam. Cadangan pinjaman ini tentu memperkuat benteng rupiah. Dalam perhitungan Hartadi, Indonesia kemungkinan besar tak perlu mencairkan komitmen tersebut dalam jangka waktu dekat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×