kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bila Devisa Tergerus, Ada Pinjaman Asean+3


Jumat, 31 Oktober 2008 / 08:07 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) tak terlalu khawatir dengan penurunan cadangan devisa. Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono bilang, cadangan devisa sebesar US$ 50 miliar masih memadai untuk membiayai impor Indonesia selama empat setengah bulan.

BI juga masih punya senjata pamungkas lain kalau cadangan devisa terus tergerus. Untuk mempertahankan rupiah, BI bisa memanfaatkan fasilitas pinjaman antarbank sentral negara-negara di Asean plus China, Jepang dan Korea Selatan (Asean+3) atau dikenal dengan Bilateral Swap Agreement (BSA). Indonesia sudah mengantongi komitmen pinjaman swap senilai US$ 12 miliar. Komitmen ini berasal dari Jepang senilai US$ 6 miliar, China US$ 4 miliar, dan Korea Selatan sebesar US$ 2 miliar.

Karena baru berupa komitmen, "Kami belum pernah menggunakannya, hanya kalau ada keperluan, bisa kita tarik," kata Hartadi Rabu (29/10) malam. Cadangan pinjaman ini tentu memperkuat benteng rupiah. Dalam perhitungan Hartadi, Indonesia kemungkinan besar tak perlu mencairkan komitmen tersebut dalam jangka waktu dekat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×