kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.795   -33,00   -0,20%
  • IDX 8.111   78,76   0,98%
  • KOMPAS100 1.144   12,52   1,11%
  • LQ45 828   7,21   0,88%
  • ISSI 287   3,69   1,30%
  • IDX30 431   4,56   1,07%
  • IDXHIDIV20 516   3,58   0,70%
  • IDX80 128   1,36   1,07%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,94   0,67%

BISILK diterapkan, akses tunai bank ke BI lancar


Rabu, 30 April 2014 / 11:57 WIB
BISILK diterapkan, akses tunai bank ke BI lancar
ILUSTRASI. Bukit Asam (PTBA) Siap Genggam 51% Saham Blok Kohong Telakon


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akhirnya mulai menerapkan Sistem Informasi Layanan Kas Bank Indonesia (BISILK). BI meresmikan sistem ini pada 21 April lalu.

Menurut Deputi Gubernur BI, Ronald Waas, BISILK merupakan otomatisasi proses penyampaian informasi, transaksi, dan pelaporan atas penyetoran dan penarikan uang tunai yang dilakukan perbankan ke BI.

"Fungsi sirkulasi uang tunai adalah fungsi klasik Bank Sentral sejak 1892, ketika masih bernama De Javasche Bank," kata Ronald dalam keterangan resmi, Selasa (29/4).

Sesuai amanat UU yang berlaku saat ini, BI berkewajiban memelihara kelancaran sistem pembayaran, bahkan hingga ke wilayah terpencil dan area perbatasan. Sejak tahun 2007, BI sebetulnya telah berupaya mengimplementasikan kebijakan penyetoran dan penarikan uang kartal oleh bank.  

Pemenuhan kebutuhan uang tunai bank harus dilakukan melalui mekanisme transaksi uang kartal antar bank (TUKAB) terlebih dahulu. Baru kemudian, penyetoran atau penarikan uang tunai bank dapat dilakukan di BI, sesuai fungsinya sebagai the last resort.

"Berdasarkan hasil evaluasi, proses pelaporan dan rekapitulasi atau pengolahan data yang masih manual mengakibatkan TUKAB masih tersegmentasi pada beberapa kelompok-kelompok bank. Untuk mengoptimalkan transaksi inilah Bank Indonesia berinisiatif menyediakan dan mengimplementasikan BISILK," ujar Ronald.

Manfaat bagi bank, otomatisasi ini mendorong terwujudnya efisiensi biaya dan SDM, kecepatan transaksi dan informasi yang bersifat real time, kesamaan hak akses dan informasi serta peningkatan keamanan informasi dan akurasi data.

Sedangkan bagi BI, pengolahan data secara real time dan terkomputerisasi ini akan semakin memudahkan proses monitoring dan penyelesaian masalah.

"Dan pada akhirnya, kehadiran BISILK diharapkan akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas sistem pembayaran tunai serta layanan kas kepada perbankan dan masyarakat," pungkas Ronald.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×