kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Bisnis syariah dipandang masih prospektif


Jumat, 02 Juni 2017 / 06:15 WIB
Bisnis syariah dipandang masih prospektif


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Bisnis syariah dipandang masih prospektif dimata bankir. Ini salah satunya tercermin dari target dari dua unit bisnis syariah dua bank swasta besar yaitu Bank Danamon dan Bank Permata yang cukup tinggi pada 2017 ini.

Herry Hykmanto Direktur Perbankan Syariah Bank Danamon memproyesi pada tahun ini pertumbuhan pembiayaan bisa mencapai 15% secara tahunan atau year on year (yoy).

“Bisnis yang akan kami genjot tahun ini adalah pembiayaan alat berat dan UKM,” ujar Herry, Rabu (31/5).

Achmad Kusna Permana, Direktur Unit Usaha Syariah Bank Permata mengatakan, pertumbuhan pembiayaan pada 2017 sesuai rencana bisnis bank (RBB) adalah 15% sampai 18%.

Untuk memacu pembiayaan, dua bankir ini sudah menyiapkan startegi untuk meningkatkan dana murah (CASA). Achmad mengatakan, akan mengandalkan simpanan haji untuk meningkatkan tabungan.

Sampai kuartal I 2017, unit usaha syariah Bank Permata ini mencatat porsi CASA mencapai 79% dari total DPK.

Unit usaha syariah Bank Danamon juga sedang meningkatkan CASA dengan tabungan umrah. “Saat ini pertumbuhanya cukup bagus yaitu 3.000 tabungan,” ujar Herry.

Seiring dengan peningkatkan kredit, unit syariah Danamon juga akan menjaga NPL. Sampai kuartal I 2017 tercatat NPF dibawah 1,2%. Ke depan Danamon akan menjaga NPF di bisnis syariahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×