kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Bisnis Wealth Management Perbankan Tumbuh, Nasabah Kaya Makin Aktif Investasi


Sabtu, 03 Oktober 2026 / 20:42 WIB
Bisnis Wealth Management Perbankan Tumbuh, Nasabah Kaya Makin Aktif Investasi
ILUSTRASI. Pertumbuhan dana nasabah dengan nilai simpanan jumbo menjadi salah satu penopang prospek bisnis wealth management perbankan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aura Putri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan dana nasabah dengan nilai simpanan jumbo menjadi salah satu penopang prospek bisnis wealth management perbankan di Indonesia. Perbankan melihat peluang tersebut seiring meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap produk investasi dan layanan pengelolaan kekayaan.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat total simpanan perbankan mencapai Rp 10.348,86 triliun hingga Juli 2026. Nilai tersebut tumbuh 0,4% secara bulanan dan meningkat 10,9% secara tahunan (year on year/yoy).

Berdasarkan nominal simpanan, dana nasabah dengan nilai di atas Rp 5 miliar mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 17,3% yoy menjadi Rp 5.999,21 triliun.

Besarnya dana yang tersimpan pada segmen tersebut turut membuka ruang bagi perbankan untuk memperluas bisnis wealth management, termasuk melalui penawaran berbagai produk investasi.

PT Bank DBS Indonesia melihat tren peningkatan pada jumlah nasabah high net worth individuals (HNWI). Head of Market Intelligence PT Bank DBS Indonesia Boy Suhendry mengatakan, pertumbuhan tersebut sejalan dengan semakin besarnya kebutuhan nasabah terhadap informasi serta produk investasi.

Baca Juga: Kinerja Bank Kecil Tumbuh hingga Agustus 2026, Biaya Dana Jadi Tantangan

DBS pun terus mengembangkan ragam produk dan layanan wealth management untuk memenuhi kebutuhan nasabah.

"Jumlah customer kita kecenderungan trennya meningkat. Potensi wealth management kita akan semakin besar lagi ke depan," ujarnya di Jakarta, Rabu (29/9/2026).

Pada semester I 2026, DBS Treasures Private Client mencatat pertumbuhan total Asset Under Management (AUM) sebesar 13% secara tahunan. Rata-rata AUM per nasabah juga meningkat 15%.

Sementara itu, Total Income tumbuh 34%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh Investment Fee Income yang meningkat 65%, serta Net Profit After Tax (NPAT) yang bertumbuh 24%.

Boy mengatakan, nasabah DBS juga mulai meningkatkan investasi pada instrumen obligasi. Menurutnya, sebagian nasabah mulai mengalihkan investasi ke aset dengan tingkat eksposur risiko yang lebih rendah.

"Customer kita juga banyak yang berinvestasi di obligasi. Mereka sudah mulai shifting ke aset yang mungkin risiko exposure-nya lebih rendah. Kalau memang ingin dapat cash flow, bisa shifting dari obligasi yang dulu jangka panjang ke obligasi tenor pendek," kata Boy.

Baca Juga: Bisnis Dana Tunai Tumbuh, MUF Salurkan Pembiayaan Rp 16,4 Triliun hingga Oktober 2026

Menurut Boy, strategi tersebut memungkinkan nasabah tetap memperoleh imbal hasil sekaligus menekan risiko volatilitas. Selain obligasi, DBS juga menyediakan berbagai instrumen investasi lainnya, seperti reksa dana pendapatan tetap, valuta asing, dan structured product.

Wealth Management BCA

Pertumbuhan bisnis wealth management juga dicatat PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, hingga Juni 2026, AUM reksa dana dan obligasi BCA meningkat lebih dari 15% yoy.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh reksa dana yang mencatat kenaikan AUM lebih dari 50% yoy. Kenaikan terutama berasal dari reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

"Peningkatan AUM tersebut memberikan kontribusi terhadap pendapatan fee based income BCA," kata Hera kepada Kontan, Rabu (29/9/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×