kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Bisnis Dana Tunai Tumbuh, MUF Salurkan Pembiayaan Rp 16,4 Triliun hingga Oktober 2026


Sabtu, 03 Oktober 2026 / 16:40 WIB
Bisnis Dana Tunai Tumbuh, MUF Salurkan Pembiayaan Rp 16,4 Triliun hingga Oktober 2026
ILUSTRASI. Mandiri Utama Finance Proyeksikan Pertumbuhan Pembiayaan 20% (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Belva Safina | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan PT Mandiri Utama Finance (MUF) masih mampu tumbuh 9,4% secara tahunan menjadi Rp 16,4 triliun hingga Agustus 2026, meski suku bunga acuan sudah naik 100 basis poin pada tahun ini.

Plt Direktur Utama MUF, Dapot Parasian Sinaga menyebut bisnis pembiayaan dana tunai menjadi salah satu produk yang mencetak kinerja apik. Produk ini pun masih menjadi salah satu fokus utama portofolio pembiayaan perusahaan.

Saat daya beli konsumen sedang mengalami tantangan, potensi pasar pembiayaan tunai disebutnya masih sangat luas.

“Segmen ini mendukung diversifikasi portofolio pembiayaan perusahaan multifinance, sehingga tidak hanya bertumpu pada pembiayaan otomotif dan dapat mendukung pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan,” kata Dapot, belum lama ini.

Baca Juga: Pembiayaan Syariah CNAF Tumbuh 21% Jadi Rp4,93 Triliun per Agustus 2026

Untuk proyeksi hingga akhir tahun, ia menyebut MUF optimistis mampu mengoptimalkan peluang, sehingga peluang pertumbuhan pembiayaan masih terbuka. Untuk mendorong pertumbuhan tersebut perusahaan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang prudent, sehingga kualitas portofolio tetap terjaga.

Sementara itu menanggapi persaingan pasar pada produk serupa seperti fintech lending dan pegadaian, Dapot menilai multifinance memiliki karakteristik produk dan segmen yang berbeda.

"Pembiayaan dana tunai di multifinance seperti MUF fokus pada pembiayaan berbasis jaminan BPKB. Produk ini sehingga memberikan alternatif bagi masyarakat untuk membiayai kebutuhan konsumtif maupun produktif, dengan memanfaatkan aset kendaraan yang dimiliki," jelasnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Juli 2026 total piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 513,05 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×