kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

BNI dapat jatah KUR Rp 12 triliun pada 2017


Selasa, 24 Januari 2017 / 18:09 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI)  kebagian jatah penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebanyak Rp 12 triliun pada tahun ini.

Kepala Divisi Usaha Kecil BNI, Anton Siregar mengatakan, dari total jatah tersebut, sebanyak Rp 11,5 triliun untuk KUR ritel, lalu Rp 300 miliar untuk KUR mikro dan sisanya Rp 200 triliun akan disalurkan untuk KUR TKI.

Adapun jatah tersebut meningkat dibandingkan jatah tahun lalu sejumlah Rp 11,5 triliun. Adapun, hingga akhir Desember 2016 BNI tercatat telah menyalurkan KUR sebanyak Rp 10,32 triliun kepada 44.877 debitur.

Rinciannya, KUR BNI ke sektor mikro sebesar Rp 68,25 miliar kepada 3.075 debitur, KUR ritel Rp 10,21 triliun kepada 39.438 debitur, dan KUR TKI sebesar Rp 37,10 miliar kepada 2.364 debitur pada tahun 2016 lalu.

"Kita optimis tahun ini bisa tercapai target, kita memang mau fokus ke ritel dan tingkatkan di KUR TKI," ujar Anton di Jakarta, Senin (23/1).

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomonian) menetapkan plafon kredit usaha rakyat (KUR) tahun 2017 sebesar Rp 110 triliun dengan suku bunga KUR 9% per tahun.

Sebelumnya, Direktur Usaha Mikro Kredit dan Menengah (UMKM) BRI Mohammad Irfan mengaku, pihaknya juga mendapatkan tambahan jatah penyaluran KUR sekitar 3% tahun ini menjadi Rp 71 triliun. Adapun jatah KUR BRI tahun 2016 sebesar Rp 69 triliun.

Sementara Bank Mandiri melalui Direktur Ritel, Tardi mengatakan, pihaknya mendapatkan jatah KUR sama seperti tahun lalu sebesar Rp 13 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×