kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ini Tantangan dan Strategi Pertumbuhan Aset Dana Pensiun 2026 Menurut Asosiasi DPLK


Senin, 09 Februari 2026 / 10:31 WIB
Ini Tantangan dan Strategi Pertumbuhan Aset Dana Pensiun 2026 Menurut Asosiasi DPLK
ILUSTRASI. Aset dana pensiun tumbuh signifikan, namun pasar modal dinamis ancam imbal hasil 2026. Ketahui risiko dan cara menghadapinya. (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) mengungkapkan sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan aset dana pensiun pada 2026.

Ketua Umum Asosiasi DPLK, Tondy Suradiredja, menekankan bahwa kondisi pasar modal yang dinamis menjadi faktor utama yang harus diperhatikan.

"Sebab, hal itu sangat memengaruhi imbal hasil investasi peserta," ucapnya kepada Kontan, Minggu (8/2/2026).

Selain itu, Tondy menyoroti pentingnya edukasi masyarakat terkait instrumen investasi, khususnya penggunaan skema life cycle fund. Skema ini bertujuan agar peserta memahami bahwa penempatan dana disesuaikan dengan profil risiko dan usia mereka.

Baca Juga: Batas Investasi Pasar Saham Naik Jadi 20%, OJK Dorong Dapen dan Asuransi Masuk LQ45

"Hal itu dirasa penting agar peserta usia muda berani mengambil instrumen yang lebih agresif untuk mengejar return yang maksimal, sedangkan peserta yang mendekati masa pensiun dapat beralih ke instrumen yang lebih konservatif guna meminimalisir dampak volatilitas pasar," tuturnya.

Tondy juga menilai industri dana pensiun perlu melakukan sejumlah langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan aset pada tahun ini. Salah satunya adalah mempercepat transformasi digital, sehingga proses onboarding peserta menjadi lebih mudah dan efisien.

Selain itu, pengembangan sektor pekerja informal dan penguatan program edukasi menjadi fokus penting agar masyarakat lebih aktif meningkatkan kontribusi dana pensiun secara sukarela.

Baca Juga: Pengurus DPLK Avrist Ungkap Skema yang Tepat dalam Mengelola Dana Pensiun

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset dana pensiun per Desember 2025 mencatat pertumbuhan 11,35% YoY, dengan nilai mencapai Rp 1.679,46 triliun. Untuk program pensiun sukarela, total aset tumbuh 7,52% YoY, dengan nilai sebesar Rp 411,29 triliun.

Sementara itu, program pensiun wajib yang mencakup jaminan hari tua, jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun ASN, TNI, dan POLRI, total asetnya mencapai Rp 1.268,17 triliun, atau tumbuh 12,66% YoY.

Selanjutnya: Deadline Qadha Puasa 2025: Ini Batas Akhir sebelum Ramadhan 2026, Jangan Tunda Lagi!

Menarik Dibaca: Deadline Qadha Puasa 2025: Ini Batas Akhir sebelum Ramadhan 2026, Jangan Tunda Lagi!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×