kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

BNI Life bidik debitur korporasi induk usaha BNI


Selasa, 28 November 2017 / 17:15 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BNI Life Insurance menilai segmen asuransi kumpulan masih prospektif. Terutama masih banyaknya peluang pasar yang bisa dimanfaatkan oleh perseroan.

Salah satunya, kata Plt Direktur Utama BNI Life Geger Maulana adalah sinergi dengan induk usaha mereka yakni Bank BNI. Masih banyak debitur korporasi dari Bank BNI yang belum digarap oleh perusahaannya.

"Itu yang akan kami optimalkan mulai dari korporasi skala besar sampai kecil," kata dia, Selasa (28/11).

Memang tak cuma nasabah Bank BNI saja yang diincar oleh BNI Life. Kalangan perusahaan non debitur bank pelat merah tersebut juga ikut menjadi perhatian. Namun peluang untuk bisa menggaet nasabah induk usaha mereka tentu lebih besar.

Menurut Geger, prospek bisnis employee benefit juga masih sangat besar. Pasalnya kebutuhan akan proteksi kesehatan dan jiwa bagaimana pun juga akan tetap ada.

Perumbuhan premi dari segmen employee benefit juga disebutnya tumbuh cukup stabil sejalan dengan pertumbuhan total bisnis perusahaannya. Dimana selama beberapa tahun ke belakang, kontribusi dari segmen ini berada di kisran 20% sampai 25% dari total premi yang masuk ke perusahaan.

Secara total sendiri, hingga kuartal ketiga kemarin BNI Life mengantongi premi sebesar Rp 4,2 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 27% dibanding periode yang sama di tahun lalu.

Saat ini, ia melanjutkan, perusahaannya memiliki 1.200 akun perusahaannya yang menjadi nasabah asuransi kumpulan. "Kalau dari jumlah tertanggung mencapai sekitar 1,5 juta sampai 1,6 juta orang," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×