kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

BNI Pastikan Kredit Tetap Tumbuh Meski BI Naikkan Suku Bunga ke 5,50%


Kamis, 11 Juni 2026 / 06:13 WIB
BNI Pastikan Kredit Tetap Tumbuh Meski BI Naikkan Suku Bunga ke 5,50%
ILUSTRASI. Teller Bank BNI Melayani Nasabahnya (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memastikan tetap menjaga fungsi intermediasi dan penyaluran kredit ke sektor riil meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyebut, kenaikan BI Rate merupakan langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Baca Juga: Bank Mulai Waspadai Dampak Suku Bunga Tinggi ke Risiko Kredit Macet KPR

"Sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia," sebut Okki dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

Ia bilang stabilitas ekonomi menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan sektor riil maupun industri perbankan. Dengan kondisi pasar yang lebih terkendali, perbankan memiliki ruang untuk tetap menyalurkan pembiayaan secara prudent dan berkelanjutan.

Meski demikian, Okki memastikan pihaknya tetap mencermati potensi dampak kenaikan suku bunga terhadap permintaan kredit, khususnya dari sektor usaha yang sensitif terhadap perubahan biaya dana. Karenanya, bank bakal terus menyesuaikan strategi bisnis sejalan dengan perkembangan kondisi makroekonomi dan arah kebijakan moneter.

Di tengah dinamika suku bunga yang meningkat, BNI juga memperkuat transformasi digital guna meningkatkan efisiensi layanan dan proses bisnis.

Baca Juga: BI Rate Naik Jadi 5,50%, Asippindo Waspadai Lonjakan Klaim Penjaminan

Upaya tersebut mencakup pengembangan layanan perbankan digital, peningkatan pengalaman nasabah, hingga optimalisasi proses kredit agar lebih cepat dan efektif.

Selain itu, BNI memperkuat penerapan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko untuk menjaga kualitas aset serta ketahanan bisnis.

Okki bilang, pihaknya secara konsisten memantau portofolio kredit, profil risiko, likuiditas, dan perkembangan kondisi ekonomi sebagai bagian dari mitigasi risiko.

"Kami terus memperkuat governance, manajemen risiko, dan kapabilitas digital agar tetap mampu memberikan layanan terbaik kepada nasabah sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," kata Okki.

Baca Juga: Kemenkeu: Video Menteri Purbaya Cari 700 Penerima Bantuan Adalah Hoaks Deepfake

Ke depan, BNI bakal terus mencermati perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter untuk memastikan strategi bisnis tetap adaptif.

Dengan dukungan permodalan dan likuiditas yang memadai, BNI optimistis dapat mempertahankan kinerja yang berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×