kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 18.010   -10,00   -0,06%
  • IDX 5.944   27,46   0,46%
  • KOMPAS100 774   3,66   0,48%
  • LQ45 588   3,26   0,56%
  • ISSI 205   0,08   0,04%
  • IDX30 332   1,40   0,42%
  • IDXHIDIV20 410   1,76   0,43%
  • IDX80 88   0,47   0,54%
  • IDXV30 111   0,63   0,57%
  • IDXQ30 107   0,48   0,45%

BNI Rampungkan Buyback 2026, Kantongi 77,86 Juta Saham Treasury


Selasa, 07 Juli 2026 / 12:22 WIB
BNI Rampungkan Buyback 2026, Kantongi 77,86 Juta Saham Treasury
ILUSTRASI. Paparan kinerja BNI tahun 2025 di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) resmi menghentikan sekaligus menyelesaikan pelaksanaan program pembelian kembali saham (buyback) tahun 2026.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (7/7/2026), BNI menyampaikan telah menyelesaikan seluruh periode transaksi buyback dengan total sebanyak 77.856.100 saham yang berhasil dibeli kembali.

Program buyback tersebut merupakan tindak lanjut atas keterbukaan informasi perseroan pada 29 Januari 2026 dan 3 Maret 2026, serta telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 Maret 2026.

Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui buyback dengan nilai maksimal Rp 905,48 miliar, termasuk biaya-biaya yang terkait dengan pelaksanaan pembelian kembali saham.

Baca Juga: BNI (BBNI) Akan Buyback Rp 905 Miliar, Perkuat Fundamental dan Stabilkan Harga Saham

Manajemen menjelaskan, penghentian program buyback dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi makroekonomi, kondisi pasar, serta kebutuhan pelaksanaan pengalihan saham sesuai keputusan RUPST.

Selanjutnya, seluruh saham hasil buyback yang saat ini berstatus treasury stock akan dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai (Employee Share Ownership Program/ESOP) sesuai ketentuan yang berlaku.

Perseroan menegaskan, penyelesaian program buyback tidak memberikan dampak terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.

"Penghentian dan penyelesaian transaksi pembelian kembali saham (buyback) tidak memengaruhi kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan, mengingat kondisi permodalan dan likuiditas Perseroan tetap kuat pasca pelaksanaan buyback," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

BNI juga memastikan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio atau CAR) tetap berada pada level yang sehat, sementara arus kas operasional dinilai memadai untuk mendukung seluruh rencana bisnis dan ekspansi usaha ke depan.

Menurut manajemen, pelaksanaan buyback juga menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga stabilitas perdagangan saham BBNI di tengah dinamika pasar, tanpa memengaruhi fundamental maupun kemampuan perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Baca Juga: Dividen BNI (BBNI) Rp 349 Per Saham Siap Cair, Cek Jadwal Lengkapnya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×