Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) soal penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL). Sayangnya, rapat dilakukan secara tertutup.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menjelaskan, rapat dilakukan tertutup supaya informasi-informasi dalam rapat yang masih memerlukan verifikasi tak menyebar lebih dulu ke publik.
Baca Juga: BTN Tancap Gas Transformasikan Bisnis
“Kami ingin menjaga agar jangan sampai informasi yang perlu diverifikasi, disinkronkan, dan sifatnya belum permanen, jangan sampai kemudian menimbulkan perdebatan,” tutur Misbakhun saat ditemui pasca rapat usai, Senin (6/7/2026).
Yang pasti, kata Misbakhun, dalam rapat tadi DPR mendengarkan penjelasan dari bos-bos Himbara tentang dinamika penggunaan dana SAL, termasuk soal kebutuhan likuiditas dan tantangan dalam penyaluran kreditnya, juga soal penarikan kembali.
Namun, mengingat rapatnya dilakukan secara tertutup, Misbakhun tak memberikan rincian lebih lanjut soal pembahasan yang dilakukan.
Ia hanya memastikan bahwa dari data dan laporan yang dipaparkan dalam rapat, Misbakhun bilang dana SAL yang ditempatkan pemerintah di Himbara telah memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Peran Proteksi Kesehatan Jaga Finansial Keluarga
Setelah mendapat kesimpulan rapat tadi, DPR disebutkan juga bakal melakukan diskusi lebih lanjut dengan stakeholder terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) lainnya.
Para direktur Himbara juga memberikan sikap serupa. Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi dan Direktur Utama dan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo kompak tak berkomentar, sementara Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon Napitupulu mengaku hanya berdiskusi biasa dengan DPR.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan bilang pembahasan dengan DPR tadi meliputi penyaluran dana SAL.
“Lebih kepada pembahasan penyaluran dan segala macam. Kami ikuti seperti yang diarahkan pemerintah,” ungkapnya.
Baca Juga: Kenaikan BI Rate Berpotensi Menekan Penerbitan Obligasi Multifinance
Di Bank Mandiri sendiri, Riduan bilang penyaluran dana SAl ke kredit mengarah ke sektor rill yang produktif, termasuk UMKM, BUMN, dan swasta. Ia juga memastikan penyaluran dana SAL tak diarahkan ke hal-hal yang sifatnya spekulatif, mencerminkan langkah pruden.
Mengingatkan saja, pemerintah melalui Kementerian Keuangan menempatkan total Rp 381 triliun dana SAL di Himbara untuk mendukung likuiditas dan penyaluran kredit perbankan. Dana ini rencananya bakal ditarik kembali pada Desember 2026 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














