kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.125   -77,00   -0,42%
  • IDX 5.149   -133,31   -2,52%
  • KOMPAS100 666   -19,88   -2,90%
  • LQ45 524   -15,24   -2,83%
  • ISSI 172   -4,33   -2,45%
  • IDX30 295   -8,38   -2,77%
  • IDXHIDIV20 396   -9,86   -2,43%
  • IDX80 77   -2,24   -2,83%
  • IDXV30 109   -2,49   -2,22%
  • IDXQ30 99   -2,62   -2,57%

BNI Siapkan Buyback Saham Rp 547 Miliar hingga Januari 2027


Kamis, 29 Oktober 2026 / 10:43 WIB
BNI Siapkan Buyback Saham Rp 547 Miliar hingga Januari 2027
ILUSTRASI. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan nilai maksimal Rp 547 miliar. (DOK/BNI)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan nilai maksimal Rp 547 miliar. Aksi korporasi ini dilakukan di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi signifikan.

Dalam keterbukaan informasi di BEI pada 28 Oktober 2026, BNI menyebutkan buyback saham akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), baik secara bertahap maupun sekaligus. Pelaksanaannya ditargetkan selesai paling lambat tiga bulan sejak keterbukaan informasi diterbitkan.

Dengan demikian, periode perkiraan pelaksanaan buyback berlangsung pada 28 Oktober 2026 hingga 27 Januari 2027.

BNI menyatakan, aksi buyback saham ini bertujuan mengimbangi tekanan jual di pasar saham. Pelaksanaannya akan tetap memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan perseroan serta ketentuan peraturan yang berlaku.

Baca Juga: Bank Mandiri Akan Melepas 20% Saham Inhealth ke IFG Life, Nilainya Rp 570 Miliar

Dari sisi pendanaan, BNI akan menggunakan kas internal untuk membiayai buyback. Perseroan menegaskan dana tersebut bukan berasal dari hasil penawaran umum maupun pinjaman atau utang dalam bentuk apa pun.

BNI memperkirakan nilai buyback saham maksimal mencapai Rp 547 miliar, di luar biaya pelaksanaan yang diperkirakan maksimal 0,30% dari nilai buyback. Biaya tersebut mencakup komisi broker dan biaya lain yang timbul dalam pelaksanaan transaksi.

Manajemen memperkirakan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan operasional perseroan. Berdasarkan proforma laporan keuangan bank saja per 30 September 2026, total aset BNI diperkirakan turun dari Rp 1.429,97 triliun menjadi Rp 1.429,42 triliun setelah buyback.

Sementara itu, total ekuitas diperkirakan berkurang dari Rp 166,59 triliun menjadi Rp 166,05 triliun. Adapun laba bersih tahunan yang tercatat sebesar Rp 16,36 triliun diperkirakan tidak berubah.

BNI juga memproyeksikan rasio imbal hasil terhadap ekuitas atau return on equity (ROE) naik tipis dari 14,39% menjadi 14,40%. Di sisi lain, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) diperkirakan turun dari 19,20% menjadi 19,13%.

Baca Juga: Kredit UMKM Mulai Meningkat, Target Pertumbuhan 7%–9% Masih Menantang

Perseroan menegaskan, pelaksanaan buyback saham tidak akan membuat kekayaan bersih berada di bawah modal ditempatkan ditambah cadangan wajib. BNI juga menyatakan jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan mengurangi likuiditas saham secara signifikan di bursa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×