kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 18.004   41,00   0,23%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

BNI Syariah bakal tahan NIM 7,2% hingga akhir tahun


Jumat, 10 Agustus 2018 / 18:28 WIB
ILUSTRASI. Bank BNI Syariah


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Agung Jatmiko

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laba perbankan syariah pada paruh pertama 2018 tumbuh dobel digit. Ambil contoh PT BNI Syariah yang mampu mencatatkan laba bersih Rp 203 miliar. Nilai ini tumbuh 22,9% secara tahunan atau year on year (yoy). Sebab laba bersih per Juni 2017 hanya Rp 165,1 miliar.

Kinerja yang apik ini ditopang oleh ekspansi pembiayaan yang tumbuh 11,3% yoy menjadi Rp 25,1 triliun. Juga disokong oleh peningkatan fee based income dan rasio dana murah atau CASA hingga 52,8%.

Direktur Bisnis BNI Syariah Dhias Widhiyati mengatakan target tumbuhan laba anak usaha dari PT Bank Negara Indonesia Tbk ini tumbuh sekitar 30% di akhir tahun 2018. Manajemen pun sudah menyiapkan beberapa langkah strategis guna mencapai target tersebut.

"Upayanya dengan ekspansi pembiayaan pada sektor yang low risk dengan margin yang acceptable. Kerjasama dengan Sekolah, Universitas, dan Rumah Sakit untuk membangun Halal Ecosystem dan meningkatkan CASA," ujar Dhias kepada Kontan.co.id pada Jumat (10/8).

Dhias bilang pihaknya juga akan mengoptimalkan fungsi remedial dan recovery perbankan. Tujuannya agar dapat menggenjot perbaikan kualitas pembiayaan sehingga menghemat beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).

"Sedangkan dari sisi net ineterst margin (NIM) BNI Syariah per Juni 2018 berada di level yang cukup baik di 7,2%. Terkait kenaikan suku bunga acuan dan LPS Rate, BNI Syariah masih melihat pergerakan pasar sehingga dapat mengambil tindakan yang sesuai untuk menyeimbangkan return dari aset produktif dan cost dari kewajiban," jelas Dhias.

Dhias memproyeksikan NI BNI Syariah tidak akan bergerak signifikan sampai akhir tahun. Sebab Dhias menyatakan dalam industri perbankan syariah yang dikenal adalah nisbah sehingga matching cost against revenue-nya sudah berjalan secara sistematis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×