Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BNP Paribas Asset Management resmi menyelesaikan penggabungan PT AXA Investment Managers Select Indonesia ke dalam perusahaan setelah proses akuisisi yang dilakukan pada 24 April 2026.
Penggabungan tersebut efektif sejak 1 Oktober 2026. Setelah merger, PT AXA Investment Managers Select Indonesia beroperasi dengan nama PT BNP Paribas Asset Management.
Baca Juga: OJK Beberkan Tiga Jurus Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Dengan selesainya proses merger, BNP Paribas Asset Management kini mengelola dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar Rp 43,44 triliun yang berasal dari reksa dana dan kontrak pengelolaan dana.
Selain itu, perusahaan memiliki dana advis atau asset under advisory (AUA) sebesar Rp 565 miliar.
Penggabungan ini menjadi bagian dari transformasi organisasi BNP Paribas Asset Management secara global sekaligus implementasi rencana strategis perusahaan menuju 2030. Merger tersebut juga menyatukan keahlian yang saling melengkapi di berbagai kelas aset.
Melalui integrasi tersebut, BNP Paribas Asset Management akan menyediakan beragam solusi investasi, mulai dari reksa dana, kontrak pengelolaan dana, hingga layanan penasihat investasi. Perusahaan juga akan melanjutkan fokus pada pengembangan investasi berkelanjutan.
Seiring rampungnya proses merger, Maya Kamdani tetap menjabat sebagai Presiden Direktur PT BNP Paribas Asset Management di Indonesia.
Baca Juga: Tegas, OJK Terus Perkuat Pengawasan dan Penegakan Hukum
Maya akan memimpin perusahaan memasuki fase pertumbuhan berikutnya dengan fokus pada akselerasi pertumbuhan bisnis serta memperluas jangkauan perusahaan di industri manajemen investasi Indonesia.
Presiden Komisaris PT BNP Paribas Asset Management Mike Nikou mengatakan, penyelesaian merger berlangsung di tengah kondisi pasar Indonesia yang dinamis.
“Penyelesaian penggabungan ini berlangsung di momen yang tepat bagi pasar Indonesia. Kami kini berada dalam posisi yang lebih kuat untuk menghadapi volatilitas pasar yang kompleks. Untuk memimpin langkah strategis ini, kami percaya Maya memiliki keahlian dan visi yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan bisnis dan operasional dengan baik,” ujar Mike dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).
Menurut Mike, penggabungan tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas layanan kepada nasabah dan mitra sekaligus mempercepat pelaksanaan prioritas strategis perusahaan.
Baca Juga: Dana SAL Rp 299 Triliun Mulai Ditarik, NIM Bank BUMN Diprediksi Tertekan 30 Bps
“Ke depannya, hal ini memungkinkan kami untuk melangkah lebih jauh dalam memberikan layanan bagi nasabah dan mitra kami serta mempercepat pelaksanaan dan pencapaian prioritas strategis perusahaan. Kami percaya penggabungan ini akan turut memperluas skalabilitas dan kapabilitas kami sehingga dapat mengoptimalkan kekuatan Grup BNP Paribas guna menciptakan nilai jangka panjang bagi para nasabah dan mitra kami, serta mempertegas komitmen kami untuk melayani dan memperbesar pasar Indonesia,” tutup Mike.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














