kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

BNPL Perbankan Tumbuh 33,54% hingga Juni 2026


Selasa, 04 Agustus 2026 / 18:43 WIB
BNPL Perbankan Tumbuh 33,54% hingga Juni 2026
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae (DOK/Lydia Tesaloni)


Reporter: Aura Putri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat baki debet buy now pay later (BNPL) alias paylater perbankan mencapai Rp 30,71 triliun per Juni 2026 atau tumbuh 33,54% secara tahunan (year on year/YoY). Laju tersebut sedikit melambat dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 37,72% YoY.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, porsi BNPL perbankan terhadap total kredit perbankan masih relatif kecil, yakni 0,34%. Hingga Juni 2026, jumlah rekening BNPL perbankan mencapai 32,80 juta rekening dengan rata-rata baki debet sebesar Rp 0,94 juta per rekening.

Baca Juga: KBank Indonesia Terima Persetujuan OJK, Resmi Tinggalkan Nama Bank Maspion

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BNPL perbankan tercatat 2,36% pada Juni 2026, turun dibandingkan 2,50% pada Mei 2026.

"Pertumbuhan baki debet paylater didorong terutama oleh bank KBMI 1 dan KBMI 3 yang mampu mencatat pertumbuhan double digit," ujar Dian dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Selasa (4/8).

Menurut Dian, paylater perbankan masih memiliki prospek yang baik seiring berkembangnya ekosistem ekonomi digital serta kemudahan akses yang ditawarkan platform fintech dan e-commerce.

Baca Juga: Bank Digital Ubah Strategi Kredit, Kini Lebih Selektif Demi Jaga Kualitas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×