kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BPJS belum optimal di sektor informal


Minggu, 17 April 2016 / 16:59 WIB
BPJS belum optimal di sektor informal


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan seharusnya bekerja lebih keras guna mendongkrak kepesertaan di segmen bukan penerima upah. Masih banyak pekerja informal yang belum terjaring eks PT Jamsostek ini.

Direktur Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Enda Ilyas Lubis mengakui bahwa iuran yang diterima masih didominasi oleh segmen pekerja penerima upah. Perbandingan iuran dari kedua segmen masih sangat jauh.

Menurut dia dari target iuran yang dipatok sebanyak Rp 42,6 triliun sepanjang 2016 ini, porsi dari segmen informal hanya sebesar 1,2%. "Memang dibanding yang dari formal masih kecil, tahun ini hanya Rp 500 miliar," kata dia, Minggu (17/4).

Iuran yang didapat dari pekerja informal ini bakal digenjot dengan mencari pasar baru. Dus, jumlah peserta yang didapat pun bisa tambah besar.

Ilyas bilang sampai tutup tahun ini, pihanya menargetkan bisa memiliki 1,3 juta peserta dari kalangan bukan penerima upah. Sementara saat ini baru ada sekitar 430.000 pekerja informal yang sudah menjadi perserta BPJS Ketenagakerjaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×