kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.967   54,00   0,30%
  • IDX 5.661   17,50   0,31%
  • KOMPAS100 731   2,86   0,39%
  • LQ45 556   2,57   0,46%
  • ISSI 197   -0,05   -0,03%
  • IDX30 315   0,71   0,23%
  • IDXHIDIV20 389   -0,69   -0,18%
  • IDX80 83   0,23   0,28%
  • IDXV30 106   -0,85   -0,80%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

BRI berharap recovery rate NPL bisa meningkat


Minggu, 28 Januari 2018 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. Petugas Melayani Nasabah Bank BRI


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menargetkan pengembalian aset NPL (recovery rate write off) bisa mengalami kenaikan pada tahun ini. Pada 2017 lalu, jumlah aset hapus buku (write off) yang berhasil dikembalikan sebesar 53%.

Donsuwan Simatupang, Direktur Manajemen Risiko BRI bilang pada tahun ini jumlah recovery rate hapus buku yang bisa dikembalikan adalah sebesar 60%.

"Recovery rate write off ini hampir merata disemua sektor, jadi relatif nggak ada yang signifikan di salah satu sektor hampir sama," kata Donsuwan kepada kontan.co.id, Rabu (24/1).

BRI mengaku penanganan kredit bermasalah ini tergantung dari masing-masing segmen. Untuk mikro adalah penagihan, sedangkan ritel memerlukan kombinasi dengan lelang.

Jika nasabah kredit ritel tergolong kooperatif, BRI akan melakukan lelang.

Menurut Donsuwan, segmen yang paling banyak dilakukan recovery adalah dari segmen mikro. Ini karena debitur tersebut lebih kompetitif dan lebih gampang beralih ke bisnis baru.

Beda dengan segmen menengah yang jika mengalami masalah mereka susah untuk beralih ke bisnis baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×