kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,99   -12,55   -1.38%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BRI gandeng Pertani serap gabah di Yogyakarta


Senin, 07 Mei 2018 / 15:12 WIB
BRI gandeng Pertani serap gabah di Yogyakarta
ILUSTRASI. PT Pertani (Persero)


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam rangka mendukung pemerintah mengendalikan harga pangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bekerja sama dengan PT Pertani (Persero) melakukan serap gabah petani di Provinsi DI Yogyakarta.

Pelaksanaan program serap gabah terkini dilaksanakan di Kabupaten Bantul yang secara simbolis diresmikan di Kelurahan Kebonagung Kecamatan Imogiri Bantul, dengan luas lahan panen 21 hektare (ha) dan estimasi penyerapan gabah sebanyak 210 ton.

Dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Senin (7/5) hadir pada acara ini Menteri BUMNRini M Soemarno, Direktur Pertani Poernomo, Direktur Utama Bulog Budi Waseso, Direktur Utama Taman Wisata Candi Edy Setijono, Direktur Pupuk Indonesia Holding (PIHC) Achmad Tossin Sutawikara, Direktur Utama PTPN III Dolly P. Pulungan.

Juga hadir Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Direktur Utama BTN Maryono, Direktur Mikro dan Kecil BRI Priyastomo, Direktur Ritel dan Menengah BRI Supari serta Executive Vice President BRI Regional Yogyakarta Hari Siaga Amijarso.

Pada kesempatan ini Menteri BUMN melakukan Kunjungan Kerja untuk menyaksikan secara langsung pelaksanaan Program Serap Gabah BUMN Berbasis Kartu Tani & Gerakan Stabilisasi Harga Pangan dengan menyalurkan beras melalui agen bank Himbara.

Prioritas serap gabah petani ini adalah pembelian gabah dari petani debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI dan pemegang Kartu tani BRI dengan kerja sama PT Pertani dan Bulog.

Sejak dicanangkan pada 20 Maret 2018, sinergi BRI dengan BUMN Pangan telah menyerap gabah dengan total 639 ton terdiri dari Karanganyar sebanyak 225 ton, Sragen sebanyak 168 ton, Klaten sebanyak 36 ton, selanjutnya di Bantul sebanyak 210 ton.

Petani di kawasan ini juga telah mendapatkan KUR BRI dengan rata-rata sebesar Rp 10,5 juta sampai 12,5 juta/ha untuk budidaya tanaman padi dan selama petani melakukan budidaya padi akan berkesinambungan. Diharapkan, KUR BRI dapat meningkatkan taraf hidup kesejahteraan petani.

Bank BRI telah menyalurkan KUR kepada petani padi pemilik Kartu Tani di Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan total plafond sebesar Rp 1,6 triliun.

Direktur Mikro Dan Kecil BRI, Priyastomo menyampaikan bahwa sebagai wujud nyata peran Bank BRI dalam mendukung kemajuan pertanian Indonesia, selain menyukseskan Program Sergap, Bank BRI terus melakukan pendistribusian Kartu Tani di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sampai dengan bulan April 2018, total Kartu Tani yang telah diterima oleh petani di Jawa Tengah dan DIY sebanyak 2,57 juta Kartu Tani.

“Selain dimanfaatkan untuk penebusan pupuk bersubsidi, Kartu Tani dimanfaatkan juga sebagai akses pencairan KUR BRI dalam rangka pembiayaan budidaya padi dan Sarana Produksi Pertanian, sebagai sarana pembayaran hasil penjualan gabah melalui Kartu Tani serta untuk mendukung program Gerakan Nasional Non Tunai. Ini juga sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di kalangan petani,” jelas Priyastomo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×