kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BRI gencar berjualan produk reksadana


Jumat, 13 Desember 2013 / 10:46 WIB
ILUSTRASI. Kolaborasi BRI dan Mirae dapat menambah jumlah pembukaan baru 1 juta rekening dana nasabah senilai Rp 1 triliun. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus berupaya meningkatkan layanan keuangan menyeluruh. Salah satunya melalui kerjasama sebagai agen penjual reksadana.

Sepanjang tahun ini, BRI tercatat mendistribusikan 29 produk reksadana. Jumlah tersebut meningkat ketimbang tahun sebelumnya yang sebanyak 19 produk reksadana. "Ini merupakan upaya kami memenuhi kebutuhan nasabah dan menambah keragaman alternatif investasi melalui BRI," kata Muhamad Ali, Sekretaris Perusahaan BRI.

Dua produk terbaru yang dipasarkan BRI adalah MNC Dana Kombinasi dan MNC Dana Ekuitas, terbitan MNC Asset Management. Kedua produk tersebut dipasarkan melalui sentra layanan BRI Prioritas.

BRI sekaligus menjadi bank kustodian untuk kedua produk itu. “Kerjasama pemasaran ini merupakan pengembangan kerjasama BRI dan MNC Asset Management lantaran sejak 1987 kami menjadi bank kustodian atas reksa dana yang dikelola MNC Asset Management,” ujar Ali. Hingga per Nopember 2013, total dana kelolaan reksadana MNC yang dikelola oleh kustodian BRI mencapai Rp 2,5 triliun.

Saat ini, BRI hanya menjual produk reksadana melalui kantor cabang BRI Prioritas. Namun, Ali mengatakan BRI ke depan akan memasarkan produk reksadana melalui kantor cabang konvensional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×