Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi.
Langkah ini ditujukan untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas, semakin bankable, dan memiliki akses pasar yang lebih luas.
Baca Juga: LPS Bantah Ada Fenomena Makan Tabungan: Simpanan di Bawah Rp 100 Juta Masih Tumbuh
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional sekaligus fondasi penting dalam pengembangan ekosistem halal Indonesia.
Karena itu, BSI menerapkan pendekatan end-to-end yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha secara menyeluruh.
Menurutnya, pendampingan tersebut mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), sertifikasi halal, akses pembiayaan syariah, digitalisasi usaha, hingga perluasan pasar, baik domestik maupun internasional.
Saat ini BSI melayani lebih dari 340.000 nasabah UMKM. Bersama Danantara Indonesia, BSI juga mengoperasikan empat BSI UMKM Center yang berlokasi di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.
Baca Juga: LPS Cabut Izin Usaha 10 BPR/BPRS Hingga Juli 2026
Lebih dari 6.000 pelaku UMKM telah memperoleh pendampingan melalui pusat pemberdayaan tersebut.
BSI UMKM Center berfungsi sebagai pusat pelatihan, konsultasi bisnis, pemasaran, akses pembiayaan, sekaligus ruang promosi bagi produk-produk UMKM binaan.
Menurut Anggoro, pendampingan yang diberikan bertujuan agar pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang sehat, legal, feasible, bankable, dan memiliki daya saing.
"Hal ini sejalan dengan komitmen kami menjadikan UMKM tidak hanya sekadar memperoleh pembiayaan, melainkan menjadi bagian dari ekosistem yang mampu membuat pelaku usaha benar-benar naik kelas, sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun ekosistem UMKM nasional," ujar Anggoro dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Untuk mencapai tujuan tersebut, BSI menjalankan lima strategi utama, yakni peningkatan kualitas SDM, percepatan sertifikasi halal, pengembangan halal value chain dari hulu hingga hilir, penyediaan pembiayaan syariah, serta penguatan inovasi dan digitalisasi usaha.
Baca Juga: LLV Beberkan Tantangan yang Masih Dihadapi Industri Modal Ventura hingga Akhir 2026
Selain UMKM Center, BSI juga mengembangkan 35 Sentra UMKM yang didukung dana zakat. Program ini ditujukan untuk memberdayakan pelaku usaha dari kalangan mustahik agar mampu menjadi usaha yang legal, feasible, dan bankable.
Di tingkat desa, BSI telah membangun 23 Desa BSI sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Dari sisi pembiayaan, hingga Mei 2026 BSI telah menyalurkan pembiayaan segmen ritel dan UMKM sebesar Rp 54,80 triliun atau tumbuh 11,14% secara tahunan (year on year/YoY). Pembiayaan tersebut disalurkan kepada lebih dari 340.000 pelaku usaha melalui produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah, pembiayaan mikro, dan segmen usaha kecil dan menengah (SME).
BSI juga terus mempercepat transformasi digital bagi pelaku UMKM melalui berbagai platform, seperti Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, dan BYOND by BSI, agar pelaku usaha semakin adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan Kredit Investasi Rp 74 Miliar kepada Cipta Sarana Medika
Anggoro menegaskan, penguatan UMKM akan memberikan dampak berganda bagi perekonomian nasional.
"Ketika UMKM naik kelas, manfaatnya tidak berhenti pada satu pelaku usaha. Dampaknya akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat industri halal, dan menggerakkan ekonomi daerah. Inilah nilai ekonomi sekaligus nilai sosial yang terus kami bangun bersama Danantara Indonesia," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
