kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.954   42,00   0,23%
  • IDX 6.021   -50,44   -0,83%
  • KOMPAS100 777   -7,48   -0,95%
  • LQ45 595   -5,70   -0,95%
  • ISSI 209   -1,79   -0,85%
  • IDX30 330   -3,11   -0,94%
  • IDXHIDIV20 421   -3,89   -0,92%
  • IDX80 89   -0,86   -0,96%
  • IDXV30 114   -0,93   -0,81%
  • IDXQ30 108   -0,69   -0,63%

BSI Gelar Rights Issue Hingga 6,8 Miliar Saham, Ini Catatan BRI Danareksa Sekuritas


Kamis, 01 Oktober 2026 / 12:00 WIB
BSI Gelar Rights Issue Hingga 6,8 Miliar Saham, Ini Catatan BRI Danareksa Sekuritas
ILUSTRASI. Bank Syariah Indonesia (BSI) akan gelar penambahan modal melalui rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham baru Seri B (Dok/PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI))


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berencana melakukan penambahan modal melalui rights issue atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II). BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memandang aksi ini sejalan dengan kebutuhan perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten bank berkode saham BRIS ini menyampaikan rencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Aksi korporasi ini disiapkan untuk memperkuat permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas penyaluran pembiayaan.

Harga pelaksanaan dan jumlah final saham yang akan diterbitkan belum ditetapkan. Ketentuan tersebut akan disampaikan lebih lanjut dalam prospektus PMHMETD II.

Baca Juga: Mau Ada Aksi Korporasi, BTN Telaah Terbatas Laporan Keuangan Kuartal III-2026

Pemegang saham BSI akan dimintai persetujuan atas rencana tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 6 November 2026.

Jika seluruh tahapan terpenuhi dan pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaksanaan rights issue ditargetkan rampung pada kuartal I 2027.

BSI menyatakan seluruh dana yang diperoleh dari rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk penyaluran pembiayaan dalam rangka mendukung pertumbuhan usaha perusahaan.

Dari sisi permodalan, manajemen memproyeksikan permodalan untuk mendukung bisnis meningkat dari Rp 51,07 triliun pada 2026 menjadi Rp 64,41 triliun pada 2027. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) diproyeksikan meningkat dari 20,38% menjadi 23,31%.

Penguatan modal tersebut juga disiapkan untuk mendukung peningkatan kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) BSI sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, pemegang saham yang tak melaksanakan haknya dalam rights issue berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimal 12,85%.

BRIDS menjelaskan, rencana rights issue BSI sejalan dengan kebutuhan pendanaan untuk menopang ekspansi pembiayaan.

Per Agustus 2026, rasio pembiayaan terhadap kredir (financing to deposit ratio/FDR) BRIS tercatat 88,4%, sementara biaya dana (cost of fund/CoF) berada di level 2,8%.

Baca Juga: BSI (BRIS) Siapkan Rights Issue Maksimal 6,8 Miliar Saham

Level CoF tersebut disebut mendekati posisi tertinggi sejak 2022. Pada saat yang sama, pembiayaan BRIS tumbuh sekitar 16% secara tahunan.

BRIDS memandang positif aksi ini. "Tambahan modal memberi ruang ekspansi tanpa sepenuhnya bergantung pada DPK yang makin mahal," demikian tertulis dalam riset 1 Oktober 2026.

Meski demikian, terdapat sejumlah hal yang perlu dicermati investor, terutama harga pelaksanaan rights issue dan komitmen pemegang saham pengendali dalam aksi korporasi tersebut.

BRIDS menyebut harga pelaksanaan dengan diskon besar terhadap harga pasar berpotensi menekan theoretical ex-rights price (TERP). Selain itu, return on equity (ROE) juga berpotensi terdilusi sementara sebelum tambahan modal tersebut tersalurkan ke pembiayaan dan mulai menghasilkan pendapatan.

 

Di sisi lain, proyeksi kenaikan ekuitas BSI menjadi Rp 64,41 triliun pada 2027 tak dapat dijadikan dasar untuk memperkirakan harga pelaksanaan rights issue. Pasalnya, proyeksi tersebut juga telah memperhitungkan laba yang diproyeksikan diperoleh BSI pada 2027.

Adapun besaran dana yang akan dihimpun BSI juga masih bergantung pada harga pelaksanaan dan jumlah saham baru yang akhirnya diterbitkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×