kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

BSI Targetkan Bisa Mengakuisisi 1 Juta Merchant QRIS pada Tahun 2024


Rabu, 29 Mei 2024 / 14:57 WIB
BSI Targetkan Bisa Mengakuisisi 1 Juta Merchant QRIS pada Tahun 2024
ILUSTRASI. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatatkan transaksi QRIS lewat BSI Mobile Banking mencapai 14,8 juta transaksi . KONTAN/Baihaki/6/5/2024


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatatkan volume transaksi Quick Respons Code Indonesia Standar (QRIS) lewat BSI Mobile Banking mencapai 14,8 juta transaksi atau naik 149% year to date (YTD) dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,6 triliun atau naik 121%.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna manyampaikan, secara YTD sampai bulan April 2024, jumlah merchant QRIS juga mengalami kenaikan 81,88%. Adapun target merchant yang diakuisisi pada tahun 2024 sebesar 1 juta merchant.

"Di mana target transaksi QRIS pada tahun 2024 ini mencapai 56 juta transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,6 triliun dengan asumsi growth transaksi sebesar 150% pertahunnya dan volume transaksi sebesar 120%," ujar Anton kepada kontan.co.id, Selasa (28/5).

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Bagikan Dividen, Cum Dividen 3 Hari Lagi

Lebih lanjut Anton menerangkan, strategi dalam menggenjot transaksi QRIS yaitu terus berupaya meningkatkan jumlah user registered (UREG) lewat akuisisi merchant-merchant baru yang berkualitas sehingga dapat aktif transaksi. 

"Kami juga menyiapkan campaign dan program khusus untuk nasabah dan merchant kami, contohnya seperti Program Hujan Rezeki BSI Mobile dan program-progam lainnya," tutup Anton.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×