kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

BTN Bidik Giro Tumbuh 20% hingga Akhir 2026


Rabu, 02 September 2026 / 17:23 WIB
BTN Bidik Giro Tumbuh 20% hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. BTN targetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) giro mencapai 15%-20% secara tahunan hingga akhir 2026.  (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) giro mencapai 15%-20% secara tahunan (year on year/yoy) hingga akhir 2026. Strategi ini ditempuh dengan memperkuat ekosistem transaksi nasabah untuk mendorong pertumbuhan dana murah atau CASA.

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan, DPK giro BTN hingga 31 Agustus 2026 tumbuh 4,87% yoy dibandingkan posisi 31 Agustus 2025.

“Kami melihat perkembangan ini secara positif, karena menunjukkan kepercayaan sekaligus aktivitas transaksi nasabah yang tetap terjaga,” ujar Rully kepada kontan.co.id, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Giro Masih Jadi Mesin Utama Pertumbuhan DPK Perbankan

Menurut dia, giro merupakan dana yang relatif likuid dan digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi. Namun, tingginya aktivitas transaksi melalui rekening giro dapat membuat dana operasional nasabah lebih bertahan di bank.

“Semakin aktif nasabah melakukan transaksi melalui rekening giro, semakin besar pula kebutuhan mereka untuk mempertahankan dana operasional di rekening tersebut. Karena itu, peningkatan aktivitas transaksi justru dapat mendorong stickiness dana giro,” jelasnya.

Di tengah kondisi likuiditas yang masih cukup ketat dan persaingan penghimpunan dana yang dinamis, BTN terus memperkuat transactional banking ecosystem.

BTN ingin rekening giro tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan dana, tetapi menjadi rekening utama untuk aktivitas operasional dan bisnis nasabah.

Rully mengatakan, pertumbuhan giro BTN saat ini masih ditopang sektor yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem properti dan perumahan, yang merupakan salah satu bisnis inti perseroan.

Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa Segmen Perorangan dan Kumpulan Kompak Tumbuh pada Semester I-2026

Namun, basis pertumbuhan tersebut mulai terdiversifikasi ke sejumlah sektor lain, seperti pendidikan, healthcare, trading, manufaktur dan berbagai sektor usaha lainnya.

“Hal ini menunjukkan bahwa basis nasabah giro BTN semakin luas dan tidak hanya bergantung pada ekosistem properti,” kata Rully.

Untuk mengejar target pertumbuhan giro 15%-20% hingga akhir tahun, BTN akan mengandalkan strategi transaction-based funding, yakni mendorong pertumbuhan giro yang berasal dari kebutuhan transaksi riil nasabah.

Perseroan memperkuat solusi wholesale transaction banking melalui layanan payment, collection, cash management, payroll dan berbagai solusi transaksi lainnya. Strategi tersebut didukung oleh Bale Korpora sebagai salah satu kanal utama transaksi nasabah.

Menurut Rully, semakin banyak aktivitas operasional dan transaksi bisnis nasabah dilakukan melalui BTN, semakin besar pula peluang dana operasional tersebut bertahan di perseroan.

“Jadi, kami tidak hanya menawarkan produk giro, tetapi membangun transactional ecosystem yang membuat BTN menjadi primary banking partner nasabah,” ujarnya.

 

Pertumbuhan giro tersebut juga diharapkan berjalan seiring dengan ekspansi kredit korporasi BTN yang saat ini tumbuh sekitar 15% yoy.

Dengan strategi tersebut, BTN berharap pertumbuhan transaksi, CASA dan wallet share nasabah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×