kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Bunga Kredit Perbankan Masih Susah Turun, Ini Biang Keroknya


Rabu, 01 April 2026 / 17:22 WIB
Bunga Kredit Perbankan Masih Susah Turun, Ini Biang Keroknya
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Hana Bank, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Hal senada disampaikan Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank Ganda Raharja Rusli. Ia menyebut, bank telah mulai menurunkan suku bunga kredit.

"Bank sudah menurunkan suku bunga kredit seiring dg insentif KLM dari BI dan juga trend penurunan suku bunga di pasar. Suku Bunga Dasar Kredit saat ini 7.68%. Bank tetap terus memonitor perkembangan pasar dan juga kemungkinan trend kenaikan suku bunga sebagai dampak ekonomi dari perang yang berlangsung di Timur Tengah," katanya.

Namun demikian, dampaknya terhadap pertumbuhan kredit dinilai belum signifikan. “Banyak pelaku usaha masih wait and see dalam melakukan ekspansi bisnis,” katanya.

Ganda menambahkan, bank masih akan memproyeksikan pertumbuhan kredit secara konservatif sambil mencermati perkembangan ekonomi global.

Baca Juga: Penurunan Suku Bunga Kredit Konsumsi Tak Menjamin Permintaan Kredit Tinggi

Sementara EVP Corporate Communication Bank Central Asia (BCA) Hera F. Haryn mengatakan, BCA meninjau kebijakan suku bunga kredit secara berkala agar tetap sesuai dengan kondisi pasar dan daya beli masyarakat.

Hera memaparkan, penyesuaian suku bunga dilakukan dengan memperhatikan pergerakan bunga acuan, kondisi makroekonomi, dinamika permintaan dan penawaran di pasar, serta likuiditas perbankan, baik dari sisi penyaluran kredit atau penghimpunan dana.

Jika dilihat dari laman perusahaan, SBDK BCA terlihat mulai turun di beberapa segmen kredit yang mulai berlaku pada 31 Maret 2026.

Suku bunga kredit korporasi berada di level 6,85% dari sebelumnya di level 6,86%, kredit retail 7,86% dari 7,88%, kredit menengah 8,33% dari 8,37%, kecil 8,24% dari 8,25%, mikro 6,97% dari 6,98%.

Baca Juga: Peluang Penurunan Suku Bunga Kredit pada 2026 Lebih Terbuka, Ini Faktor Pendorongnya

Namun untuk kredit KPR terlihat naik ke level 8,89% dari 8,88%, dan kredit non-KPR naik ke 8,89% dari 8,83%.

Adapun kinerja penyaluran kredit BCA pada Februari 2026 meningkat 5,84% yoy menjadi Rp 953,22 triliun. Peningkatan ini terlihat lebih rendah dibandingkan dengan bulan Januari 2026 yang meningkat 6,26%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×