kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Butuh Rp 800 miliar lagi, BNI syariah matangkan rencana naik kelas ke BUKU III


Rabu, 27 Februari 2019 / 15:33 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BNI Syariah semakin mematangkan rencananya untuk naik ke kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) III. Direktur BNI Syariah Dhias Widhiyati mengungkapkan, sampai dengan akhir tahun total modal perseroan sudah mencapai Rp 4,2 triliun. 

Artinya, ada kebutuhan sekitar Rp 800 miliar lagi bagi perseroan untuk bisa masuk ke BUKU III dengan minimal modal inti Rp 5 triliun.

Salah satu opsi yang paling memungkinkan untuk perusahaan untuk mewujudkan hal tersebut saat ini adalah lewat penambahan modal. 

"Saat ini memang kami masih menggali peluang penngkatna modal melalui berbagai cara yaitu akumulasi laba ditahan dan tambahan setoran modal berupa kas ataupun aset tetap (inbreng)," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (27/2).

Selain dari laba ditahan, opsi lain yang saat ini tengah digodok perusahaan antara lain lewat skema penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO). 

Namun, Dhias mengatakan seluruh opsi tersebut masih berupa rencana lantaran harus melalui proses persetujuan dari pemegang saham.

Di sisi lain, pada akhir tahun lalu total laba perseroan tercatat mencapai Rp 416 miliar. Pun, tingkat kecukupan modal perseroan masih cukup tebal dengan capital adequacy ratio (CAR) di posisi 19%, jauh melampaui kebutuhan modal minimum sebesar 10%.

Modal tersebut menurut Dhias masih sangat mencukupi untuk menunjang rencana ekspansi bisnis perseroan untuk 4 atau 5 tahun ke depan. 

"Dapat kami informasikan bahwa setiap ekspansi pembiayaan sebesar Rp 1 triliun maka CAR akan menurun sekitar 0,25%," sambungnya. Adapun, tahun ini pihaknya menargetkan CAR bisa berada di atas 20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×