kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Cara koperasi bisa beroperasi laiknya tekfin


Rabu, 22 November 2017 / 23:27 WIB


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop UKM)  siap membenahi koperasi simpan pinjam (KSP) atau koperasi serba usaha (KSU) supaya bisa memenuhi kriteria masuk dalam sistem keuangan berkelanjutan, laiknya bank.  

Untuk bisa merealisasikan target tersebut, Kemkop UKM akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta lembaga terkait yang lain. "Kami siap memodernisasi KSP dan KSU supaya bisa bersaing di sektor pembiayaan. Mengingat kemajuan teknologi informasi (TI) demikian pesat," tutur Luhur Pradjart, Asisten Deputi Permodalan  pada Deputi Bidang Pembiayaan Kemkop UKM dalam keterangan tertulis yang KONTAN terima, Rabu (22/11).

Sejatinya, sebagian KSP dan KSU sudah melek teknologi. Misalnya, sudah ada sejumlah koperasi yang melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) secara online. Ia menyebut, aksi tersebut bisa menjadi cikal bakal koperasi bisa menyalurkan pembiayaan seperti teknologi finansial atau tekfin.

Namun, Luhur tidak merinci soal target realisasi tersebut. Tapi setidaknya, butuh aturan tegas yang membuat koperasi bisa berperan dalam teknologi pembiayaan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×