kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Cari bos baru, Bank Mandiri bakal gelar RUPSLB dalam 90 hari


Senin, 28 Oktober 2019 / 23:30 WIB
Cari bos baru, Bank Mandiri bakal gelar RUPSLB dalam 90 hari
ILUSTRASI. Direktur Bisnis & Jaringan Hery Gunardi (tengah), Direktur Manajemen Risiko A. Siddik Badruddin (kanan) dan Corporate Secretary Rohan Hafas (kiri) bebrincang sebelum pemaparan kinerja perseroan Triwulan III/2019 di Jakarta, Senin (28/10). Pada kuartal III

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah ditinggal oleh Kartika Wirjoatmodjo, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kini dinahkodai oleh Wakil Direktur Utama Sulaiman Arif Arianto. Mandiri akan memiliki Direktur Utama baru paling tidak 90 hari setelah Tiko panggilan akrab Kartika dilantik sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara.

“Sesuai ketentuan, paling lama 90 hari dari pelantikan Pak Tiko atau 25 Oktober 2019, Bank Mandiri akan melaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB),” ujar Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi setelah paparan kinerja kuatal III pada Senin (28/10).

Baca Juga: Rekor! Bank Mandiri catatkan NPL terendah sejak tahun 2015

Hery bilang RUPSLB lah yang akan menentukan Direktur Utama bank Mandiri yang baru. Lanjut Ia, sepanjang wakil direktur ada maka tidak diperlukan pelaksana tugas sementara sampai RUPSLB dilaksanakan.

“Siapa yang akan menjadi direktur utama, belum tahu saja. Silahkan tanya kepada pemegang saham, Kementerian BUMN,” ujar Hery.

Kartika Wirjoatmodjo, Jumat (25/10) resmi dilantik menjadi Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia meninggalkan jabatannya sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Baca Juga: Laba Bank Mandiri naik dua digit jadi Rp 20,3 triliun di kuartal III, ini resepnya

Asal tahu saja, Bank Mandiri sepanjang kuartal III 2019 masih mencatat pertumbuhan kinerja positif. Hal ini tercermin dari realisasi rata-rata kredit konsolidasi yang mencapai Rp 806,8 triliun atau meningkat 11,5% secara year on year (yoy).




TERBARU

Close [X]
×