Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Sahabat Sampoerna Tbk (Bank Sampoerna) tetap berkomitmen untuk terus menguatkan portofolio kreditnya di segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah tekanan risiko.
Direktur Finance and Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, menyebut sampai saat ini mayoritas portofolio pembiayaan Bank Sampoerna berada dalam segmen UMKM.
"Hingga saat ini porsi kredit UMKM Bank Sampoerna mencapai sekitar 64% dari total kredit," kata Henky saat dihubungi, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: Porsi Kredit UMKM Masih Mendominasi Portofolio Kredit Bank Sahabat Sampoerna
Adapun dari laporan keuangannya untuk Februari 2026, Bank Sampoerna telah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp 11,058 triliun. Bila dibandingkan dengan jumlah kredit setahun sebelumnya, di Februari 2025, angka tersebut turun 7,26%.
Kendati begitu, Henky melihat ada potensi untuk kredit usaha mikro tumbuh secara bertahap di sepanjang tahun ini. Menurutnya, kredit mikro akan bertumbuh seiring dengan daya beli dan perekonomian masyarakat yang semakin membaik.
"Kami melihat sentimen positif dari pemulihan ekonomi domestik, meskipun pertumbuhan kredit UMKM di industri secara umum masih relatif terbatas ," ujarnya.
Dari data terakhir Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit usaha mikro perbankan masih belum membaik. Pasalnya, kredit UMKM masih tertekan dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang cukup tinggi.
Baca Juga: DPK dan Kredit Bank Sahabat Sampoerna Turun Tipis per November 2025
Berdasarkan Asesmen Transmisi SBDK RDG Maret 2026, NPL kredit segmen UMKM di Februari 2026 masih cukup tinggi, yakni di angka 4,68%. Bila dibandingkan bulan sebelumnya, angka tersebut naik 8 bps.
Henky memastikan, meski dihadapkan dengan tantangan risiko, Bank Sampoerna tetap optimistis kredit UMKM ke depannya dapat bertumbuh dengan positif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













