kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Cermati Kenaikan Risiko, Bank Sampoerna Tetap Komitmen Salurkan Kredit UMKM


Kamis, 26 Maret 2026 / 09:36 WIB
Cermati Kenaikan Risiko, Bank Sampoerna Tetap Komitmen Salurkan Kredit UMKM
ILUSTRASI. Bank Sahabat Sampoerna (Dok/Bank Sampoerna)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Sahabat Sampoerna Tbk (Bank Sampoerna) tetap berkomitmen untuk terus menguatkan portofolio kreditnya di segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah tekanan risiko.

Direktur Finance and Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, menyebut sampai saat ini mayoritas portofolio pembiayaan Bank Sampoerna berada dalam segmen UMKM.

"Hingga saat ini porsi kredit UMKM Bank Sampoerna mencapai sekitar 64% dari total kredit," kata Henky saat dihubungi, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga: Porsi Kredit UMKM Masih Mendominasi Portofolio Kredit Bank Sahabat Sampoerna

Adapun dari laporan keuangannya untuk Februari 2026, Bank Sampoerna telah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp 11,058 triliun. Bila dibandingkan dengan jumlah kredit setahun sebelumnya, di Februari 2025, angka tersebut turun 7,26%.

Kendati begitu, Henky melihat ada potensi untuk kredit usaha mikro tumbuh secara bertahap di sepanjang tahun ini. Menurutnya, kredit mikro akan bertumbuh seiring dengan daya beli dan perekonomian masyarakat yang semakin membaik.

"Kami melihat sentimen positif dari pemulihan ekonomi domestik, meskipun pertumbuhan kredit UMKM di industri secara umum masih relatif terbatas ," ujarnya.

Dari data terakhir Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit usaha mikro perbankan masih belum membaik. Pasalnya, kredit UMKM masih tertekan dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang cukup tinggi.

Baca Juga: DPK dan Kredit Bank Sahabat Sampoerna Turun Tipis per November 2025

Berdasarkan Asesmen Transmisi SBDK RDG Maret 2026, NPL kredit segmen UMKM di Februari 2026 masih cukup tinggi, yakni di angka 4,68%. Bila dibandingkan bulan sebelumnya, angka tersebut naik 8 bps.

Henky memastikan, meski dihadapkan dengan tantangan risiko, Bank Sampoerna tetap optimistis kredit UMKM ke depannya dapat bertumbuh dengan positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×