kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

DPK dan Kredit Bank Sahabat Sampoerna Turun Tipis per November 2025


Rabu, 14 Januari 2026 / 16:19 WIB
DPK dan Kredit Bank Sahabat Sampoerna Turun Tipis per November 2025
ILUSTRASI. PT Bank Sahabat Sampoerna menjalankan fungsi intermediasi yang optimal tampak tersendat dibanding tahun sebelumnya. (Dok/Bank Sampoerna)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Akhir tahun 2025, upaya PT Bank Sahabat Sampoerna menjalankan fungsi intermediasi yang optimal tampak tersendat dibanding tahun sebelumnya. Kendati begitu, bank berharap dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik pada 2026.

Total dana pihak ketiga (DPK) Bank Sahabat Sampoerna tercatat sebesar Rp 13,51 triliun per November 2025, turun dibandingkan posisi November 2024 yang sebesar Rp 13,61 triliun.

Direktur Finance and Business Planning Bank Sahabat Sampoerna, Henky Suryaputra, menjelaskan bahwa penurunan DPK tersebut tidak disebabkan oleh penyesuaian suku bunga simpanan. Sepanjang akhir 2025, perseroan tidak melakukan perubahan suku bunga DPK.

Baca Juga: Laba Anjlok 71,9%, Begini Strategi Bank Sahabat Sampoerna Perbaiki Kinerja

“Penurunan DPK terjadi sejalan dengan strategi bank dalam melakukan penghimpunan dana secara proporsional, optimal, dan seimbang dengan penyaluran kredit, dengan tetap memperhatikan risiko likuiditas,” jelas Henky kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).

Sejalan dengan penurunan DPK, penyaluran kredit Bank Sahabat Sampoerna juga tercatat menurun. Hingga November 2025, kredit yang disalurkan mencapai Rp 11,20 triliun, turun dari Rp 12,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Henky, penurunan kredit tersebut merupakan dampak dari strategi bank yang tidak melakukan ekspansi secara agresif di tengah kondisi perekonomian nasional yang masih belum sepenuhnya kondusif, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi fokus utama perseroan.

Namun demikian, ia memastikan pihaknya tetap berupaya menyalurkan dana kepada masyarakat dengan menekankan prinsip kehati-hatian dan mengacu pada prinsip pemberian kredit yang sehat.

Baca Juga: Bank Sampoerna Tanggapi Wacana OJK Hapus KBMI 1

Memasuki tahun 2026, Bank Sahabat Sampoerna optimistis kinerja intermediasi dapat membaik. Perseroan menargetkan pertumbuhan DPK dan penyaluran kredit yang lebih tinggi dibandingkan capaian 2025.

“Tahun 2026 kami menargetkan DPK dan penyaluran kredit dapat lebih tinggi dari pencapaian 2025, yang seluruhnya tetap dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan risiko likuiditas,” tutup Henky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×